KISAH MARYADI PULANG TAHLILAN "KESAMBAR PETIR" - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » » KISAH MARYADI PULANG TAHLILAN "KESAMBAR PETIR"

KISAH MARYADI PULANG TAHLILAN "KESAMBAR PETIR"

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 23 Juni 2013 | 06.36



                                                                         Maryadi pada suatu acara pernikahan

Karangnongko ~ Kalau Allah SWT masih melindungi umatnya dari malapetaka,siapa yang dapat menghalangi ?,demikian diungkapkan Sumardjo ketua takmir masjid Lailatul Qodar .Kalimat itu muncul mengomentari sebuah peristiwa yang dialami Maryadi warga padukuhan Karangeri,desa Kadilaju pada Kamis kliwon ,20 Juni 2013.

Saat itu kurang lebih pukul 23.30 WIB,Maryadi baru pulang dari sebuah acara tahlilan di padukuhan Kadilaju.Sepekan kemarin akibat anomali iklim hujan turun setiap hari,dan pada malam itu mulai pukul 22.30 hujan cukup deras.Tidak saja hujan,namun langit malam dihiasi kilat yang bersautan,diikuti petir menggelegar .Kerasnya suara halilintar dan petir membuat miris dan mencekam suasana .Bahkan listrik sempat padam sesaat.Selepas acara dzikir tahlil peringatan setahun wafatnya almarhum mbah Pairodinomo,Maryadi ingin segera pulang sendirian kerumah yang jaraknya kurang lebih 1,5 kilometer,kearah selatan .Walau suasana masih gerimis dan petir menyambar-nyambar,Maryadi tetap saja menelusuri gelapnya malam di sepanjang bulak .Baru kira-kira 900 meter berjalan ,tepatnya di bulak Bledrek  selatan jembatan Gayamsewu,tiba-tiba ada kilatan cahaya putih yang dahsyat melintas didepan mata ,membuat seolah seluruh jagat raya terang benderang.Dan bersamaan dengan itu tangan Maryadi merasakan ada stroom mengalir dan menyengat tubuhnya.Saking takutnya ,sepeda motor Honda CB gelatik kesayangannya dilepas dan terlempar, demi keselematan dirinya.Maryadi jatuh terkapar di tengah jalan aspal dalam kegelapan.Alhamdulillah, Maryadi masih sadar dan selamat dari “sambaran petir” ,yang maha dahsyat itu.Hanya lecet-lecet sedikit, kemudian mencoba meraih sepeda motornya,yang ternyata stang kemudinya telah patah.Dengan perasaan campur aduk antara takut dan senang atas keselamatannya dari musibah,honda CB antiknya dituntun pulang kerumah orang tuanya di bengkel kidul pasar Kembang,dengan melewati kuburan Tepen yang sepi.Maryadi membatalkan niatnya pulang ke rumahnya,karena jaraknya lebih jauh disamping harus melewati bulak wetan Karangeri yang gelap gulita.Alhamdulillah Mas Maryadi selamat. Demikian dikisahkan Maryadi, pada Joko adiknya yang diteruskan pada kontributor klaten info.

Sumardjo sesepuh desa mengisahkan ,ditempat kejadian tersebut tepatnya bulak Bledrek tahun 1980 an,juga pernah terjadi peristiwa  serupa dan seorang pengendara sepeda angin tewas mengenaskan.Jalan aspal didekatnya pecah dan berlubang cukup dalam akibat hantaman petir disiang hari.Konon kabarnya disekitar lokasi itu memang ada deposit besi,sehingga menjadi medan sasaran petir.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info