USAHA EKONOMI PRODUKTIF KIAT SPP LANCAR DAN TIDAK MACET - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » » USAHA EKONOMI PRODUKTIF KIAT SPP LANCAR DAN TIDAK MACET

USAHA EKONOMI PRODUKTIF KIAT SPP LANCAR DAN TIDAK MACET

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 25 Juni 2013 | 20.39



                                 Salah satu contoh usaha ekonomi produktif

Karangnongko ~  SPP yang ini tidak ada hubungannya secara langsung dengan dunia pendidikan,yang lazim disebut sumbangan penyelengaraan pendidikan.Namun SPP ini kepanjangan dari Simpan Pinjam untuk Perempuan yang merupakan salah satu kegiatan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM –MP).SPP merupakan kegiatan pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang telah memiliki kegiatan simpan pinjam.Menurut  pedoman teknis operasional PNPM-MP,beberapa tujuan umum SPP adalah guna mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam perdesaan,memberikan kemudahan akses pendanaan usaha skala mikro,pemenuhan kebutuhan pendanaan sosial dasar dan memperkuat kelembagaan kaum perempuan,serta mendorong pengurangan rumah tangga miskin dan penciptaan lapangan kerja.Sedangkan tujuan khususnya meliputi pertama mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pendanaan usaha maupun sosial dasar,kedua memberikan kesempatan pada kaum perempuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui pendanaan modal usaha,dan ketiga mendorong penguatan kelembagaan simpan pinjam oleh kaum perempuan.

Kenyataan saat ini, sering kita dengar pengelolaan SPP PNPM-MP,pada  sejumlah KSPP berjalan kurang optimal bahkan macet.Dalam rangka antisipasi dan peningkatan kapasitas warga perempuan khususnya dan masyarakat umumnya di wilayah kecamatan Karangnongko ,dapat belajar dari dekat pada kelompok SPP(KSPP) yang dinilai telah berhasil.Baik bagi KSPP kelas pemula,maupun kelompok simpan pijam umum yang akan melaksanakan SPP agar kedepan pengelolaan kegiatannya dapat berjalan lancar.

Menurut penuturan kepala desa Logede Sriyadi kepada kontributor klaten info,bahwa tidak ada alasan bagi KSPP di desanya ,macet dalam pengelolaan bantuan modal dari PNPM-MP.Pada tahun 2012 KSPP desa Logede mengelola dana SPP sebesar Rp 1,6 miliar,merupakan jumlah terbesar dibanding desa-desa yang lain di kecamatan Karangnongko.Sejumlah desa lain mengelola dana bantuan permodalan dibawah Rp 1 miliar,tetapi banyak yang kurang lancar,lanjut kades yang menjadi anggota badan koordinasi antar desa PNPM-MP se kecamatan Karangnongko itu.Ditanya apa resepnya ,KSPP di desa yang menjadi tanggung jawabnya paling lancar dalam melaksanakan SPP,Sriyadi kemudian menjelaskan.Kami berkomitmen dengan ketentuan dasar manajemen SPP yakni prinsip kemudahan,terlembagakan,keberdayaan,pengembangan dan akuntabiltas.Disamping itu yang penting elite desa jangan intervensi dan bahkan terlibat secara langsung dalam KSPP.Melakukan verifikasi yang ketat dalam menentukan anggota KSPP ,terutama yang akan meminjam sesuai ketentuan yang telah disoasialisasikan yakni dana hanya untuk usaha ekonomi produktif.Jika tidak ketat ,dan kecolongan dana bantuan pinjaman digunakan untuk konsumtif ,dipastikan akan kesulitan dalam pengembalian pinjamannya kelak.Untuk membuktikan kebenaran usulan setiap balon peminjam dilakukan klarifikasi dan ceking dilapangan,oleh Tim yang telah dibentuk.

Sriyadi,kades yang telah terpilih kembali melawan kotak kosong pada pilihan 11 April lalu,menerapkan kedisiplinan sebagai dasar kesuksesan.Kedisiplinan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa ,harus dimulai dari tingkat kehadiran di kantor desa,sesuai ketentuan yangberlaku.Mengingat pelayanan kepada masyarakat secara adil dan akuntabel menjadi visi yang telah dicanangkan,selama 6 tahun kedepan.Dengan senang hati kades Logede siap alias  welcome bagi warga utamanya KSPP di wilayah kecamatan Karangnongko atau lainnya yang ingin “ngangsu kaweruh” alias studi banding untuk mempelajari kiat-kiat menjadi  sukses mengelola SPP PNPM-MP,di desanya.

Saat mengakhiri pembicaraan Sriyadi mengatakan bahwa niatnya menjadi kades bukan untuk mencari ketenaran dan kekayaan,tetapi semata-mata dapat menjadi suri teladan secara nyata bagi masyarakat dan yang lebih utama pada anggota keluarganya.Salah satunya adalah kejujuran dan satunya kata dengan perbuatan,yang kelak manakala pensiun hasilnya akan terukir dalam tinta emas yang disebut sejarah .

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info