WISATA RELIGI KE MASJID "AJAIB" MALANG - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » WISATA RELIGI KE MASJID "AJAIB" MALANG

WISATA RELIGI KE MASJID "AJAIB" MALANG

Written By kiswanto adinegara on Senin, 03 Juni 2013 | 00.10







                                                          Ilustrasi ,foto kiswanto


Karangnongko ~ Pemberitaan adanya masjid “ajaib”di Malang Jawa Timur begitu santer akhir-akhir ini,tak pelak membuat penasaran banyak orang.Tidak terkecuali Jamaah mujahadah Nariyah pimpinan kiai Dudung di Karangnongko.Akhirnya belum lama ini ,jamaah dapat melihat dari dekat dan membuktikan benar tidaknya  berita tersebut.Perjalanan menuju Masjid “Ajaib” di Malang dikemas dengan nama “Wisata Religi”.Menurut Wuyanto Nursalim salah satu anggota jamaah yang telah mengikuti perjalanan tersebut ,menuturkan pengalamnannya kepada kontributor klaten info.Kemudian diformulasikan dengan berbagai referensi dari berbagai sumber dan dikemas dalam rangkuman berikut.

Masjid “ajaib” itu ternyata berada dalam komplek Pondok Pesantren.Nama pondok selengkapnya adalah PONDOK PESANTREN SALAFIYA BIHAARU BAHRI ‘ASALI FADLAAILIR RAHMAH,beralamat di Jl Anggur No 7 - Desa Sananrejo – Turen – Malang ,Jawa Timur.Pemberian nama pondok tersebut memiliki makna yaitu Bihaaru Bahri ‘Asali Fadhlaailir Rahmah (Lautannya, Lautan, Madunya, Fadhalnya Rahmat; Segarane, Segara, Madune,  Fadhole Rohmat ) disingkat ( Bi Ba’a Fadlrah ).Arah menuju lokasi masjid “ajaib” dari kota Malang + 25 km ke arah selatan. Dapat dicapai dari Malang melalui Bululawang dan dari Blitar melalui Kepanjen dan Gondanglegi, serta dari Lumajang melalui Dampit.

Pemilik, Pendiri dan Pengasuh Pondok adalah KH. Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al Mahbub Rahmat Alam, sering disebut dengan Romo Kyai Ahmad .Kyai Ahmad lahir di Malang ,14 September 1943 (14 Ramadhan 1362 Hijriah). Berasal dari Desa Sananrejo, kecamatan Turen, kabupaten Malang.Memperoleh pendidikan Islam langsung dari Kyai Sholeh, ayah Beliau sendiri.Alumni Pendidikan Guru Agama (PGA), Turen, Malang ,serta alumni Pondok Pesantren Bahrul ’Ulūm Sidorangu, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur .Beliau menikah dengan Hj. Luluk Rifqah binti H. Romli dan dikaruniai satu orang putra dan empat orang putri.

Perkembangan PondokPesantren dirintis mulai tahun 1963. Pemberian izin dari pemerintah  kecamatan dan kepolisian setempat tahun 1963. Sedangkan izin resmi sebagai pondok diperoleh pada tahun 2002. Pembangunan fisik dimulai sejak tahun 1978 yang ditandai dengan adanya santri menetap sampai dengan tahun 1992. Kondisi saat itu masih sangat sederhana dan kecil-kecilan.Proses pembangunan sempat stagnasi dan bangkit lagi akhir tahun 1998 dan berjalan serta berkembang hingga kondisi terkini 2013 ini.

Operasionalisasi Ponpes dibawah pembinaan Kementerian Agama kabupaten Malang,dengan tujuan meningkatkan iman ,membersihkan hati dan membangun akhlakul karimah.Dengan berpedoman Qur'an ,Hadis ,Ijmak dan Qiyas,serta berhaluan  Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.Prinsip pengajaran yang dianut adalah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, menjalankan aqidah Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia  serta taat dan patuh kepada peraturan dan perundangan yang berlaku,menghargai dan menyayangi sesama umat manusia.

Ponpes menempati areal kurang lebih 4 hektar. Pembelian tanah dari masyarakat sekitar pondok yang berkeinginan untuk menjual tanahnya kepada pondok. Transaksi yang telah terjadi dilaksanakan hanya kalau tersedia dana dan memang bermanfaat.Dalam hal pendanaan memegang prinsip tidak minta bantuan,tidak toma’ (tidak mengharap-harap pemberian orang) serta tidak berhutang/pijam.Jadi selama ini sumber dana dari Kiai Ahmad serta sebagian dari jamaah.

Dengan demikian kasak –kusuk adanya  Masjid “Ajaib “atau Tiban” ,ternyata tidak benar faktanya,demikian keyakinan Wuryanto dan seluruh jamaah wisata religi.Namun mereka ainul yakin bahwa semua itu dapat terjadi karena ridho dan atas kuasa Allah SWT.

Bantahan langsung berasal dari orang dalam jelas sekali terpampang di depan meja penerima tamu dengan tulisan besar-besar, “Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (pondok muncul dengan sendirinya), dibangun oleh jin dan lain sebagainya, itu tidak benar. Karena bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang murni dibangun oleh kiai,para santri dan jamaah.”
 

Terlepas dari ajaib atau tidaknya proses pembangunan pondok bertingkat  sepuluh itu, yang pasti dari segi arsitektur menunjukkan cita rasa arsitektur rumit dan  tingkat tinggi .Tentu dalam  pembangunannya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Merupakan proyek raksasa dan spektakuler tentunya melibatkan banyak pihak yang kompeten. Anehnya kenapa sampai banyak orang tidak tahu secara detail sehingga terkesan “ajaib”? Wallahu ‘alam bi shawab.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info