HIKMAH BERWISATA RELIGI KE PONPES "AJAIB" MALANG - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » HIKMAH BERWISATA RELIGI KE PONPES "AJAIB" MALANG

HIKMAH BERWISATA RELIGI KE PONPES "AJAIB" MALANG

Written By kiswanto adinegara on Senin, 07 Oktober 2013 | 21.30



Karangnongko ~ Dalam bulan Ramadhan 1434 H ini Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah) yang berada di  Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur No. 10,  RT. 07 / RW 06, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ,yang diasuh oleh Romo Kyai Ahmad,banyak diperbincangkan. Disamping itu banyak tamu dari berbagai daerah berkunjung ke Ponpes yang memiliki arti Segarane, Segara, Madune, dan Fadhole Rohmat itu.Dan yang lebih menarik adalah berkat pemberitaan yang gencar dengan keberadaan ponpes serta masjid “ajaib” nya.

Motivasi dan Hikmah

 Berbagai motivasi yang ada dibenak para tamu yang berkunjung ke Masjid “ajaib” itu.Sebagaimana dituturkan Wuryanto Nursalim salah seorang peserta wisata religi dari Jamaah Karangnongko Klaten beberapa saat yang lalu,merasa memperoleh banyak hikmah.Disamping untuk menyambung silaturahim,menyenangkan hati ada yang tak kalah penting yakni menguatkan keimanan terhadap Allah SWT.Keyakinan akan kekuasaan Allah SWT kian menguat disanubari.Dan Allah SWT pasti akan mendengar dan memudahkan terkabulkan doa umatnya yang taqwallah.Dengan melihat secara langsung dan berada ditengah Masjid berlantai 10 berarsitektur elok dengan berbagai kombinasi gaya,kemegahan dan keindahannya sungguh sangat menakjubkan.Hati dapat merasa tenteram dan damai setelah dapat melaksanakan sholat dan bermunajat di masjid spektakuler tersebut,demikian ungkapnya.Menambah pengetahuan dan wawasan tentang sejarah berdirinya Ponpes pun dapat diperoleh dari kegiatan wisata religi kali ini.






Tujuan Didirikannya Pondok

Rintisan pendirian  Ponpes Bi Ba’a Fadlrah ini dimulai pada 1963 oleh Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa Romo Kyai Ahmad.

Memang sejalan dengan tujuan didirikannya pondok, Kisyanto salah seorang pengurus Ponpes mengatakan, adalah untuk pembenahan akhlak secara menyeluruh, sebagai sarana pembersihan hati dan menciptakan perdamaian dunia. “Kalau hatinya sudah bersih dan damai, maka orang akan lebih cinta kepada Allah SWT, yang ditandai dengan perilaku kasih sayang terhadap sesama makhluk”.

Dan hal itu terbukti. Ketika ditanyakan kepada kebanyakan pengunjung yang datang, jawaban yang mereka berikan adalah, hati mereka merasa damai, bahagia, tenang, tenteram dan bisa merasakan hilangnya penyakit-penyakit hati. Bahkan, banyak yang mengaku, bahwa mereka belum pernah merasakan perasaan yang seperti ini sebelumnya. Selain itu, tidak sedikit orang yang mengaku, setelah datang ke pondok, penyakit jasmaninya menjadi sembuh,” ungkapnya.”Kemudian, ada orang yang datang, kok hatinya bisa merasakan enak, tenteram dan aman. Setelah itu, ada lagi yang datang, juga merasakan hal yang sama….senada dengan yang Wuryanto ungkapkan didepan.


Pondok Hadiah

“Beliau sendiri tidak punya keinginan untuk membangun pondok ini. Beliau mernahke atau mengarahkan keinginan para jama’ah sesuai dengan kebutuhan rohaninya. Ada yang mohon petunjuk kepada beliau terkait dengan harta yang dimilikinya. Ada yang menyampaikan permasalahan. Baik yang bersifat pribadi, keluarga dan masalah-masalah lainnya. Semuanya itu atas kemauan mereka sendiri, bukan dari keinginan beliau,” tukas Kisyanto.

Ketika Romo Kyai punya niat untuk berhenti membangun pondok, maka serta merta proses pembangunan pondok pun jadi terhenti.  Bahkan, uang seribu rupiah pun, beliau tidak punya untuk jatah bangunan. Namun, ketika beliau punya niat mau naik haji sekeluarga dan punya keinginan untuk membangun musholla, keadaan menjadi berubah. Apalagi setelah beliau melaksanakan haji bersama keluarga beberapa kali, Allah menghadiahi beliau pondok seperti sekarang ini. Jadi, menurut dhawuh beliau, pondok ini adalah pondok hadiah.

Ponpes “Ajaib”

Menanggapi santernya kabar bahwa Ponpes dan Masjid ini merupakan Ponpes /Masjid “Ajaib” atau “Tiban” ,bantahan dari “orang dalam” itu jelas sekali terpampang di depan meja penerima tamu dengan tulisan besar-besar, “Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (pondok muncul dengan sendirinya), dibangun oleh jin dsb., itu tidak benar. Karena bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah.”

Terlepas dari ajaib atau tidaknya proses pembangunan pondok bertingkat 10 itu, yang jelas dari segi arsitektur menunjukkan cita rasa arsitektural tingkat tinggi yang dalam proses pembangunannya jelas memerlukan dana yang tidak sedikit dan teknologi modern. Sebuah proyek akbar yang tentunya melibatkan para pihak yang kompeten dibidangnya masing-masing. Namun kenapa sampai banyak orang tidak tahu dan terkesan “ajaib”? Wallahu ‘alam…

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info