DIRJEN PSP “ MINTA KOMITMEN BUPATI DUKUNG ‘NOL ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN’ - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » DIRJEN PSP “ MINTA KOMITMEN BUPATI DUKUNG ‘NOL ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN’

DIRJEN PSP “ MINTA KOMITMEN BUPATI DUKUNG ‘NOL ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN’

Written By kiswanto adinegara on Senin, 23 September 2013 | 21.51

    Lahan sawah subur lindungi dari alih fungsi ke non pertanian pangan (padi).



Klaten ~ Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian,kementerian Pertanian Republik Indonesia mengaku sangat prihatin melihat laju alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian begitu cepat.Pernyataan tersebut terucap ketika Sumardjo Gatot Irianto melakukan kunjungan kerja di kabupaten Purbalingga,provinsi Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.

Fenomena alih fungsi lahan pertanian pangan ke non pertanian marak terjadi di semua kabupaten/kota di Republik yang dikenal agraris ini.Guna mengantisipasinya pemerintah sejatinya sudah memiliki perangkat Undang-Undang Nomor 41,tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLPPB),dan sejumlah Peraturan pemerintah sebagai tindak lanjutnya.

Untuk mendukung kebijakan antisipasi laju alih fungsi lahan tersebut juga telah lahir Undang-Undang Nomor 26 ,tahun 2007 tentang Penataan Ruang,berikut  PP nomor 15 tahun 2010 ,tentang Penyelenggaraan Penataan ruang.

Berdasarkan dua peraturan perundang-undangan tersebut secara hierarkhis mulai dari Pemerintah,pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota ,wajib membuat peraturan tentang Rencana Tata Ruang Nasional,wilayah Provinsi serta Kabupaten/kota.Demikian juga yang mengatur PLPPB .

Nampaknya  pemerintah kabupaten Klaten akhirnya berkomitmen dan telah memiliki Perda nomor 11 tahun 2011,tentang RTRW kabupaten Klaten tahun 2011 – 2031.Didalam RTRW ini ditetapkan lahan pertanian pangan di kabupaten Klaten seluas 32.451 hektar.Kebijakan penetapan lahan lestari untuk pertanian pangan khususnya padi ini belum ditindaklanjuti dengan peraturan daerah kabupaten tentang Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.




    Rumah yang dibangun pada lahan sawah produktif.



Kabupaten Klaten memiliki wilayah seluas 65.556 ha,dari luasan tersebut 39.758 ha berupa lahan pertanian dan seluas 33.374 ha atau 83,94 % nya berupa lahan sawah. Dari total luas lahan sawah tersebut 33.277 ha atau 99,71 % nya untuk usahatani komoditas padi.Ada tiga macam usahatani padi menurut frekuensi penanamannya pertahun,yakni  3 kali tanam pertahun seluas 12.377 ha (36,67%),2 kali tanam pertahun 53,86 ha (17,975%) dan selebihnya seluas 3.065 ha ditanami padi sekali pertahun(BPS Klaten ,2012).

Menurut BPS Klaten 2012 , terjadi alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi non pertanian di kabupaten Klaten dari  lahan sawah dan tegalan dalam 5 (lima) tahun terakhir rata-rata mengalami penurunan sebesar 35,67 Ha (0,10%). Alih fungsi lahan tersebut yang terbesar digunakan untuk perumahan yakni sebesar 86,18 % dan yang lainnya untuk industri serta perdagangan/jasa.Bahkan menurut BPN Klaten lahan pertanian di Klaten pada tahun 2005 – 2009 berkurang sebesar 245,3607 ha,dengan rincian 61,38 % untuk perumahan dan selebihnya untuk industry,perusahaan dan jasa.

Sementara kebutuhan pangan khususnya beras terus akan mengalami peningkatan,seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk Klaten sebesar 0,26 persen/tahun yang pada tahun 2011 ,dan total penduduk telah mencapai 1.311.019 jiwa.


Keterlambatan pemerintah kabupaten Klaten merespon penyusunan perda tentang PLPPB,tentu akan membawa implikasi yang luas dan kompleks.Mengingat laju petumbuhan penduduk yang cukup besar akan membawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan pangan dan papan secara signifikan kedepan.Hal ini akan mengancam alih fungsi lahan pertanian secara cepat yang sulit dikendalikan,dampaknya akan mengancam ketahanan pangan daerah.

Yang semakin memprihatinkan adalah seiring dengan penyusutan fungsi lahan pertanian ,juga diikuti penurunan produksi dan produktivitas padi. Menurut  data BPS 2012 produksi  padi di kabupaten Klaten akhir-akhir ini justru mengalami penurunan . Sebagaimana  data Klaten dalam angka 2011 menggambarkan bahwa produksi padi tahun 2011 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010,yakni 302.893 ton menjadi  206.815 ton untuk padi sawah dan padi lahan kering dari 698 ton turun menjadi 611 ton .

Hal serupa terjadi juga pada produktivitasnya yakni dari 55,48 kuintal/ha menjadi 43,19 kuintal/ha pada lahan sawah dan padi lahan kering dari 34,22 kuintal/ha menjadi 32,15 kuintal/ha.Luas panen pun tidak ketinggalan mengalami penurunan dari 54.597 ha menjadi 47.887 ha pada padi sawah ,sementara untuk lahan kering turun dari 204 ha menjadi 190 ha. Penurunan produktivitas juga terus terjadi pada padi lahan basah,dengan data berturut-turut dari tahun 2008 sampai 2011 ,meliputi 62,06 ku/ha , 61,28 ku/ha , 55,48 ku/ha dan pada 2011 43,23 ku/ha.

Dirjen PSP meminta komitmen Bupati untuk mendukung program “Nol alih fungsi lahan”.Karena menurutnya kalau pemimpin daerah tegas tentu lahan subur akan terselamatkan.Penyelamatan lahan subur identik dengan menyelamatkan kehidupan masyarakat yang 90 % mengomsumsi beras,katanya.

Gatot Irianto yang putera Cokrotulung,Klaten itu juga menegaskan pihaknya hanya akan memberikan bantuan kepada petani yang benar-benar mendukung “Nol alih fungsi lahan”.Dan minta dukungan para petani agar memprakarsai lahirnya perdes yang mendukung program tersebut ,dengan demikian bantuan dapat mengalir kedesanya.

Semoga pemerintah kabupaten Klaten segera merespon fenomena ini,secara arif dan bijaksana agar terwujudnya masyarakat tata,titi,tentrem lan kerta raharja.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info