MAWAS DIRI , ATASI REMAJA BAWAH 17 TAHUN KEMUDIKAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN UMUM - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » MAWAS DIRI , ATASI REMAJA BAWAH 17 TAHUN KEMUDIKAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN UMUM

MAWAS DIRI , ATASI REMAJA BAWAH 17 TAHUN KEMUDIKAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN UMUM

Written By kiswanto adinegara on Kamis, 12 September 2013 | 19.36



Karangnongko ~ Tragedi AQJ alias Si Dul remaja 13 tahun di Tol Jagorawi  8 September 2013 dinihari yang menyebabkan enam nyawa melayang dan belasan korban luka berat ,menghentak dan menjadi peringatan maha keras bagi kita semua.Kecelakaan maut itu dipicu tak terkendalikannya mobil Mitshubisi 2000 cc yang di kemudikan AQJ,sehingga menabrak dua mobil dijalur yang berlawanan.Peringatan untuk mawas diri utamanya bagi orang tua , lembaga pendidikan ,aparat kepolisian serta pemerintah,agar tidak membiarkan anak dibawah 17 tahun mengemudikan kendaraan bermotor dijalan umum.Ya sepatutnya mawas diri secara nasional dan masive,bagi kita semua.

Barangkali bukan langkah tepat manakala diantara kita saling mencari siapakah yang bersalah.Kalau mau jujur sejatinya fakta dilapangan banyak sekali remaja berusia kurang dari 17 tahun terutama pelajar,dengan bebasnya mengemudikan kendaraan bermotor baik roda dua atau empat dijalan umum.Tentu saja pada usia tersebut sesuai peraturan perundang-undangan mereka belum berhak mendapatkan surat izin mengemudi (SIM).

Mereka lazimnya dapat mengemudikan tanpa melalui proses penguasaan teori berlalu lintas yang baik dan benar,serta usia remaja secara kejiwaan belum  matang ,terlebih untuk mengambil keputusan jika mengalami situasi mendesak dan sulit dijalanan.

Fakta lain yang memprihatinkan dampak dari “waton bisa nyetir” tapi bukan nyetir pakai waton ,mereka  cenderung  “kaduk wani kurang deduga” ,disamping ketidak lengkapan dokumen antara lain remaja tersebut sering tidak mengenakan pelindung kepala alias helm,berboncengan lebih dari satu orang ( telon) ,mengemudikan sambil SMS an/ telepon,bahkan tidak jarang berperilaku “ugal-ugalan” di jalanan.

Protret buram skala lokal juga pernah terjadi, tepatnya  21 Juli 2013 dua remaja berusia 14 tahun masih berstatus pelajar di wilayah Manisrenggo tewas mengenaskan akibat tabrakan saat balapan liar menggunakan sepeda motor di jalan kaliworo km 7,tepatnya di bulak wetan Karangeri,desa Kadilaju ,kecamatan Karangnongko,kabupaten Klaten.





Sejumlah orang tua yang terpaksa “mengizinkan” anaknya yang masih dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor untuk keperluan sekolah mempunyai beberapa alasan.Alasan tersebut mulai dari kesibukan orang tua,murah dan mudah memiliki kendaraan bermotor,tidak adanya angkutan umum,serta tidak ada razia dari pihak berwenang bagi pengendara di jalan raya secara berkala.Akibat longgarnya pengawasan dan besarnya peluang yang ada seolah menjadi lumrah dan mendorong seorang siswa membawa kendaraan bermotor untuk bersekolah,seperti teman-temannya kendatipun SIM belum dipegang.

Pihak sekolah terutama tingkat SMP ,telah “melarang” ,siswanya membawa sepeda motor,dengan tidak menyediakan tempat parkir di sekolah.Walaupun secara kasat mata dan dapat dilihat oleh siapapun adanya  penitipan kendaraan bermotor bagi para pelajar belum 17 tahun di dekat masing-masing sekolah.

Beberapa upaya  yang perlu dilakukan dalam rangka mengantisipasi fenomena remaja bawah 17 tahun mengemudikan kendaraan bermotor dijalan umum diantaranya ;
1
  1.   Orang tua tidak mengizinkan anak-anak dibawah umur mengemudikan kendaraan bermotor    di jalan umum, dengan alasan apapun termasuk untuk keperluan sekolah.Disamping itu anak-anak diberi pengertian ,pemahaman  dan bimbingan tentang etika berlalulintas yang baik dan benar secara bertahap belum turun kejalan.
22.    Sekolah secara tegas melarang ,mengawasi dan memberikan sanksi kepada setiap siswa   yang belum memiliki SIM dan membawa kendaraan bermotor untuk keperluan sekolah .
33.     Pihak yang berwenang cq Kepolisian proaktif meningkatkan penyuluhan dan pembinaan tertib berlalu lintas pada siswa disekolah,serta mengadakan razia secara berkala disertai  penindakan terhadap pengendara kendaraan bermotor   yang melanggar peraturan perundang-undangan.
44.    Pemerintah memfasilitasi adanya transportasi umum yang layak dan terjangkau utamanya pada jalur-jalur sekolah .

Semua ini tentu bukan merupakan sesuatu yang gampang diimplementasikan apalagi secara instan.Namun demi keselamatan,keamanan ,ketertiban dan kenyamanan kita semua utamanya dijalan umum,mulai saat ini perlu semua pihak mencoba dan terus mencoba secara sadar terencana,terkoordinasi ,konsisten serta berkelanjutan .

Kita yakin bahwa siapapun tidak ada yang menghendaki mengalami musibah saat berkendaraan bermotor di jalan umum.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

1 komentar:

  1. korban tabrakan maut di tol jakarta bogor ciawi km 8,2 akhirnya bertambah 1 orang lagi (15/9),jadi total 7 orang...smg khusnul khatimah

    BalasHapus

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info