GEPENG TANPA IDENTITAS MENINGGAL “TENANG” BERSANDAR DI GAPURA - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » GEPENG TANPA IDENTITAS MENINGGAL “TENANG” BERSANDAR DI GAPURA

GEPENG TANPA IDENTITAS MENINGGAL “TENANG” BERSANDAR DI GAPURA

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 01 Desember 2013 | 19.10


   
    Nampak jenazah mbah Kesot ditutup tikar sesaat ditemukan warga.


Karangnongko ~ Bahwa orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara sebagai amanat UUD Republik Indonesia tahun 1945 nampaknya masih jauh panggang dari api.

Menjadi fakta yang membuktikan bahwa pemerintah lebih sibuk dengan kepentingannya sendiri katimbang memikirkan rakyat miskin serta orang terlantar yang sejatinya memiliki kedaulatan.

Salah satu realita atas peristiwa yang terjadi pada hari Minggu Wage, 1 Desember 2013 pagi hari saat warga Kadilaju RT 01 RW 01 memulai aktifitas rutin ,ada yang curiga terhadap sesosok tubuh diam bersandar di gapura batas desa Kadilaju dengan pasar Kembang itu,ternyata sudah tidak bernafas lagi.

Sosok laki-laki gembel yang mengenakan pakaian compang-camping kumal itu sudah familiar bagi warga yang tinggal di sekitar pasar Kembang,kecamatan Kemalang lereng Merapi itu.

Gelandangan gembel pengemis alias gepeng tersebut diketahui berkeliaran di lokasi itu kurang lebih sudah satu tahun terakhir ini.Tidak ada warga yang tahu kapan dan dari mana persisnya ia datang.Barangkali orang drop-dropan dari luar daerah saat malam hari ,kata Yayuk warga sekitar yang sering memberi makanan.

Yang tidak lazim pada gepeng ini ia tidak dapat berjalan lazimnya orang waras.Tetapi ia berpindah dari satu tempat ketempat yang lain dengan cara ngesot.Memang tidak bisa berdiri dan jalannya ngesot ,makanya ada yang menyebut mbah Ngesot kata Slamet Syakier tukang parkir yang lokasinya dekat TKP.

Gepeng itu makan minum dan bahkan merokok tiap hari kalau gak enak ia tak mau makan,lha wong rokoknya saja Jarum 76 ,kata Sutami.Mungkin dulu dari keluarga berada imbuhnya.

Ya,ia telah tiada.Menghadap Tuhan dengan tenang tanpa rasa takut.Tiada sanak ,tak ada saudara yang menemani.Pagi buta dia masih duduk sambil memijit-mijit kakinya,kata Cak woer yang melihatnya.Slamet menduga gepeng itu punya penyakit jantung katanya.

Jasad kaku yang bersandar itu akhirnya di ‘rukti ’ warga RT 01,RW 01 bertempat di rumah Sukeni pengurus RW 01 dan dimakamkan di Sarean alias TPU padukuhan Kadilaju,desa Kadilaju,kecamatan Karangnongko,sekitar pukul 9.00 WIB.

Mengingat tidak adanya identitas secuwilpun,akhirnya upacara pemakaman secara aklamasi diputuskan warga yang secara suka rela ngrukti ‘berhusnudzon’ mengangut tata cara Islam.

Uang layatan terkumpul Rp 1.118.000,00 digunakan untuk biaya penguburan dan sisanya untuk tahlilan warga,imbuh Cak Woer tokoh masyarakat setempat kepada kontributor klaten info.

Fakta ini kian mempertegas nihilnya peran pemerintah dalam hal kepedulian sosial kemasyarakatan menyangkut penanganan gelandangan gembel pengemis .Bahkan hingga saat meninggal dunia dengan caranya sendiri,dia adalah  juga manusia makhluk ciptaan Allah SWT,yang selayaknya diperlakukan sebagai insan mulia,semoga khusnul khatimah.

Peristiwa ini semoga menjadi renungan kita,wabil khusus pemerintah.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info