MEMILUKAN TRAGEDI IBU – IBU DI HARI IBU INDONESIA - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » MEMILUKAN TRAGEDI IBU – IBU DI HARI IBU INDONESIA

MEMILUKAN TRAGEDI IBU – IBU DI HARI IBU INDONESIA

Written By kiswanto adinegara on Sabtu, 21 Desember 2013 | 21.45

 
 Selamat Hari Ibu  (Sumber : FB )

Karangnongko ~ Setiap tanggal 22 Desember, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Sebuah peringatan terhadap peran seorang perempuan dalam keluarganya, baik itu sebagai istri untuk suaminya, ibu untuk anak-anaknya, maupun untuk lingkungan sosialnya.

Sebagaimana cuplikan status pada akun jejaring sosial berikut :

Sunyoto Gacun  selamat hari   ibu....semoga ibu2 semakin sepenuh hati dalam melayani suami dan anak-anaknya..”

Tri Harjono menulis Hari ini merupakan Hari Ibu ,Maka kami mengucapkan selamat hari ibu kpd Ibu-Ibu Indonesia .Perjuangan ibu tak kan pernah kami lupakan ibu selalu mendampingi kami dalam suka dn duka maka terima kasih ibu atas segala pengorbananmu semoga akan menjadikan amal kebaikan tuk selamanya “

 Xi Joe Araniribagiku setiap hari IBU adalah istimewa, mulia dan penuh sayang....semoga Allah siapkan surga untuk IBU “,bahkan ada
"Perayaan hari ibu pada tanggal 22 Desember, sesungguhnya memiliki latar belakang sejarah dalam catatan sejarah perempuan di Indonesia(kompasiana.com),sebagaimana ditulis

Nani Buchari  “Hari ibu bukan hari untuk/tentang kasih sayang ibu..tetapi hari pergerakan perempuan..hari utk memperingati perempuan berkiprah di ruang publik dan berorganisasi

 Tahukah Anda  tentang  sejarah Hari Ibu?

Peringatan Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. 

Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan.

Bedanya dengan jaman sekarang, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung kesetaraan jender.

Penetapan Hari Ibu ini diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Selain itu, Hari Ibu juga merupakan saat dimana kita mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini (www.ayahbunda.co.id).

Kini, Hari Ibu di Indonesia jarang dimaknai sebagaimana sejarahnya,namun diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu.





Dan yang lebih memilukan dan  memprihatinkan pada peringatan hari Ibu saat ini diwarnai sejumlah tragedi. Petaka tersebut dimana Ibu-Ibu oknum pejabat yang sepatutnya menjadi suri tauladan dalam kebaikan,kejujuran,kesederhanaan serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan kaumnya,namun justru merampok uang rakyat secara blak-blakan,dengan jalan korupsi,kolusi dan nepotisme.

Siapa tak kenal nama Ratu Atut C (Gubernur Banten) yang ditahan KPK sejak Jumat (20/12) , Angelina Sondakh (mantan Anggota DPR RI) (Vonis 12 tahun penjara) dan Rina (mantan Bupati Karanganyar) sebagai tersangka korupsi saat menjabat adalah contoh Ibu-ibu  yang tidak sepantasnya ditiru dan diteladani atas perbuatan pidana yang disangkakan ,didakwakan  dan atau telah divonis oleh aparat penegak hukum Republik Indonesia kepadanya.

Selamat hari Ibu,mari kita berinstropeksi diri.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info