ADA SEBUAH RAHASIA DALAM PERJALANAN KLATEN - PASAR SENEN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » ADA SEBUAH RAHASIA DALAM PERJALANAN KLATEN - PASAR SENEN

ADA SEBUAH RAHASIA DALAM PERJALANAN KLATEN - PASAR SENEN

Written By kiswanto adinegara on Jumat, 03 Januari 2014 | 02.09


 Stasiun Klaten (Sumber WS -FB)



Karangnongko ~ Acapkali manusia suudzon karena merasa telah berbuat suatu amal kebaikan namun tidak diperoleh secara langsung balasan kebaikan atas nama keridhoan dari sang Maha Kuasa.

Alkisah pada sebuah perjalanan seorang Ibu sebut saja Ibu Uti,dari wilayah perdesaan Karangnongko,kabupaten Klaten ke kota Metropolitan.Ibu Uti yang sudah berpredikat nenek itu ingin bertemu anak dan cucunya yang tinggal di suatu komplek permukiman cukup elit.

Ibu Uti memanfaatkan moda transportasi massa yang bebas macet karena memiliki jalur secara khusus.Pada suatu senja nan cerah Ibu Uti telah memasuki peron untuk check in  dan kemudian masuk keruang tunggu berbaur dengan calon penumpang kereta senja.

Tepat pukul 19.00 WIB kereta yang ditunggu tiba dari arah Solo ,dan kurang lebih sembilan jam perjalanan ditempuh ‘ular besi raksasa’ itu dengan lancar sehingga pukul 04.30 WIB tiba di Stasiun Pasar  Senen ,bilangan Jakarta Timur.

Sejenak setelah Ibu Uti sholat Subuh di Mushalla Stasiun yang dipadati jamaah,sehingga harus antri mulai saat ambil air wudlu. Ia keluar mencari tempat menanti jemputan sang putra tercinta.Tidak terlalu jauh berjalan menenteng koper pakaian ditemukannya tempat duduk yang dirasa cukup nyaman.

Tidak tahu dari mana asalnya Ibu Uti dihampiri seorang Ibu muda ,yang mengalami permasalahan dalam perjalanan hingga kebablasan sampai Jakarta.Sebenarnya Ia bersama dengan dua anaknya yang masih kecil-kecil  dari Surabaya bertujuan ke Cirebon.Namun apes saat melintas stasiun itu mereka tertidur pulas.

Sementara uang sakunya mepet sehingga tidak cukup untuk membeli tiket kembali ke Cirebon.Melihat peristiwa yang menurut naluri Ibu Uti benar dan bukan rekayasa hatinya timbul belas kasihan.Kemudian ber nawaitu berbuat amal kebaikan membantu kesulitan orang lain dengan cara memberikan shodaqoh sejumlah nominal rupiah,secara ikhlas.

Kejadian itu terlupakan ketika beberapa hari Ibu Uti ketemu dan bersuka cita berada ditengah keluarga anaknya di Jakarta.Kira-kira lima hari terlampaui Ibu Uti harus kembali ke kampung halamannya di Klaten.Dan hari itu Minggu pukul 20.00 WIB sudah check in di Sta Pasar Senen,karena kereta akan berangkat jam 21.00 WIB.



    Di Stasiun Pasar Senen Jakarta.



Saat menunggu satu jam itulah Ibu Uti merasa capek berdiri dan ingin duduk barang sejenak di kursi tunggu yang tersedia.Nampak ada kursi kosong satu sementara untuk menaruh tas calon penumpang kereta yang sama.Dengan ramah dan sopan Ibu Uti meminta izin untuk menduduki kursi kosong itu,namun betapa kagetnya laki-laki paruh baya itu menjawab dengan sengak.”Bentar lagi makan nih..” katanya sambil makan nasi bungkus dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Walaupun sejatinya dongkol dihati,tetapi Ibu Uti tetap mennutupinya dengan nada lirih dihati mengucap astagfirullahaladzim gunamnya.Sombong dan tidak punya tenggang rasa sedikitpun laki-laki itu dengan seorang perempuan tua,naudzubillahimindhalik…!

Ibu Uti merenung dalam hati sepanjang perjalanannya,dan baru ingat peristiwa beberapa hari lalu di Sta Pasar Senen ketika terketuk melihat perempuan lain lagi tertimpa musibah dirinya ikhlas menolongnya.

Sementara ketika Ia membutuhkan sesuatu yang diperlukan justru diperlakukan seorang laki-laki dengan nada arogan dan menang sendiri.

Menyikapi kejadian itu hikmah yang diambil Ibu Uti dengan sabar tetap meyakini “ bahwa Alloh SWT merahasiakan ridhoNya didalam setiapa amal kebaikan manusia,maka janganlah meremehkan amal kebaikan sekecil apapun,karena bisa jadi amal itu mendatangkan ridhoNya pada suatu ketika kelak “(Imam Jafar Asshodiu As ).

Dan Alhamdulillah Ibu Uti selamat sampai rumah bertemu dengan sanak saudaranya kembali dalam keadaan sehat sejahtera pada pukul 06.00 WIB.

Semoga peristiwa nyata ini dapat menjadi sebuah renungan bagi kita semua.

Oleh : Kiswanto


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info