DAMPAK KENAIKAN HARGA ELPIJI RESAHKAN WARGA MISKIN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » DAMPAK KENAIKAN HARGA ELPIJI RESAHKAN WARGA MISKIN

DAMPAK KENAIKAN HARGA ELPIJI RESAHKAN WARGA MISKIN

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 07 Januari 2014 | 20.37

  Gas Elpiji 3 kg langka dan mahal , meresahkan warga miskin



Karangnongko ~ Sering terdengar keluhan pengelola BUMN /BUMD merugi tiap tahun diantaranya PLN, MNA,PDAM  dan yang terkini adalah PT Pertamina (Persero).

Warga masyarakat awam tentu tidak bisa mengerti alasan tersebut apalagi harus berhitungan njlimet, secara sederhana dan logika  lha kalau rugi terus kenapa harus tetap dioperasikan.

Pengelola perusahaan monopoli dan plat merah yang digaji gedhe itu mestinya bertanggung jawab atas kerugian perusahaan yang dikelolanya.Tidak menyerah begitu saja dan bahkan lebih memilih solusi simpel dengan menaikkan harga jual ,yang muaranya membebani rakyat.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK RI pada Februari 2013,Pertamina konon menanggung kerugian atas bisnis elpiji nonsubsidi selama tahun 2011 hingga Oktober 2012 sebesar Rp 7,73 triliun.

Dengan alasan itu PT Pertamina  menaikkan harga elpiji 12 kg dari Rp 73.800,00/tabung atau @ Rp 6.150 /kg menjadi Rp 129.420,00 atau @ Rp 10.785,00 terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014.

Dinaikannya harga elpiji 12 kg ,seakan menjadi ‘kado’ tahun baru dari Pertamina pada warga masyarakat utamanya konsumen.Bukan kado indah yang menggembirakan namun justru sebaliknya,masyarakat pengguna menjadi kelimpungan karena menilai terlalu mahal.

Pertamina menilai kenaikan ini diyakini tidak mempengaruhi daya beli masyarakat mengingat konsumen elpiji 12 kg adalah kalangan mampu.Sedangkan untuk masyarakat konsumen ekonomi lemah dan usaha mikro pemerintah menyediakan elpiji 3 kg bersubsidi yang harganya lebih murah (SM,2/1).

Fakta dilapangan pengguna epiji 12 kg mengaku keberatan dan ramai-ramai bermigrasi menggunakan elpiji 3 kg yang lebih murah.Dampaknya warga pemakai elpiji 3 kg kesulitan mencari di pengecer dan ironisnya kalaupun ditemukan harganya juga telah naik berkisar Rp 17 – 20 .000,00 per tabung.

Dan akibat gonjang-ganjing ini Pertamina merevisi kenaikan harga elpiji 12 kg dari Rp 129.420,00 menjadi Rp 85.800,00 /tabung atau naik Rp 12.000,00/tabung (@ kg naik Rp 1.000,00),terhitung mulai Selasa ,tanggal 7 Januari  2014.

Menurut pantauan kontributor klaten info di sekitar pasar Kembang elpiji 3 kg ditingkat pengecer sulit ditemukan, Sumarni ,Yayuk ,Purwanti ,Sutasmi dan sejumlah pengecer di Kadilaju mengaku tidak mendapat jatah dari pangkalan dalam seminggu terakhir.

Warga pengguna elpiji 3 kg menjadi susah dan resah atas kondisi ini sebagaimana dituturkan Narmi ,kebijakan pemerintah dinilai tidak berpihak pada wong cilik dan miskin ,dulu diminta pindah dari minyak tanah ke LPG dah manut,e kenyataannya sekarang jadi pusing katanya.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info