DI KAWASAN TANPA ASAP ROKOK ‘RSST” PUN ADA YANG TAK PEDULI - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » DI KAWASAN TANPA ASAP ROKOK ‘RSST” PUN ADA YANG TAK PEDULI

DI KAWASAN TANPA ASAP ROKOK ‘RSST” PUN ADA YANG TAK PEDULI

Written By kiswanto adinegara on Kamis, 09 Januari 2014 | 19.43

Taman Asri di Paviliun VVIP /VIP RSST  Klaten



Klaten ~ Sering didengar ungkapan kejengkelan seseorang terhadap perilaku orang lain yang abai terhadap suatu norma.’Kalau tidak melanggar aturan itu bukan orang Indonesia ‘,sindirnya .Sudah sedemikian parahkah orang Indonesia yang konon dibanggakan sebagai makhluk ramah,sopan-santun,dan tepa selira ,namun yang dijumpai ternyata jauh panggang dari api ?

Sebagian orang justru bangga dan merasa jago kalau dapat melanggar aturan.Sebagai contoh mengendarai sepeda motor bertiga (telon) ,dan tanpa mengenakan helm ,seorang murid merokok di sekolah,dan banyak lagi lainnya dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Dr Soeradji Tirtonegoro ( RSST ) yang doeloe dikenal dengan RS Tegalyoso ,kabupaten Klaten telah mencanangkan sebagai RS Go Green beberapa tahun lalu.

RSST kini memang jauh lebih tertata dengan baik dan sebagai perwujudan go green nya sejumlah taman tampil cantik dan resik dengan aneka rupa tanaman hias.Disamping itu  juga ingin mewujudkan kawasan RSST yang sehat , dan segar tanpa asap rokok.



    Peringatan Dilarang merokok dipasang diberbagai tempat dalam komplek RSST



Upaya mewujudkan misi yang terakhir RSST UPT Ditjen Bina Upaya Kesehatan ,Kementerian Kesehatan itu memasang papan peringatan  berwarna merah bertuliskan ‘ Dilarang Merokok Dalam Area RSST ‘ ,berdasarkan UU Nomor 36 tahun 2009 dengan pidana maksimal Rp 50.000.000,00 ( lima puluh juta rupiah ).Larangan itu  telah ditetapkan dalam surat keputusan Direktur RSST.

Sungguh kebijakan yang tepat guna menciptakan kawasan sehat , segar tanpa dicemari asap rokok,mengingat orang sakit datang di RSST tentunya ingin mencari kesembuhan dari musibah sakit yang dideritanya.


  Puntung rokok di meja ruang tunggu VVIP



Ungkapan ’Kalau tidak melanggar aturan itu bukan orang Indonesia ‘ ternyata ditemukan di komplek RSST.Ironisnya hal ini justru terjadi di Ruang VVIP Wijaya Kusuma (WK).Sebagaimana diungkapkan Ibu Uji seorang pasien yang saat kejadian menempati  salah satu ruang WK kepada kontributor klaten info.

Pada suatu saat kondisi kesehatan kian membaik Ibu Uji ingin mencari udara segar ( non AC ) di teras belakang (timur),namun saat membuka pintu dirasakan bau asap rokok terhirup dihidungnya.Dipikirnya asap dari jalan dimana merupakan tempat parkir mobil dan  juga berdiri sejumlah warung yang lokasinya dekat dengan teras.

Ibu Uji kaget dan nyaris tak percaya ketika menoleh kesamping kanan ada beberapa laki-laki diduga penunggu pasien kamar sebelah yang dengan tenang dan tidak merasa bersalah merokok seenaknya.Karena polusi dan pengap asap rokok Ibu Uji mengurungkan niat untuk duduk di ruang tunggu yang memang tidak ada sekat antara ruang satu dengan ruang tunggu pasien lainnya.

Ketidak pedulian merokok diarea terlarang ,di Rumah Sakit dan pada ruang VVIP itu ternyata tidak dilakukan hanya sehari dua hari , karena hingga Ibu Uji diizinkan dokter untuk pulang dan menjalani rawat jalan ,pasien tetangga itu masih dirawat.

Sebagai seorang pasien Ibu Uji dan keluarganya menyesalkan kejadian semacam ini dan berharap kepada manajemen RSST untuk meningkatkan pengawasan terhadap jalannya kebijakan yang yang telah diambil.Disamping itu menghimbau kepada pasien dan keluarganya juga dengan sadar menaati aturan yang ada demi kebaikan bersama.

Menurut Ibu Uji ketika dirawat di ruang Cendana sisi utara juga pernah menjumpai pasien ,penunggu dan kerabatnya juga merokok di teras belakang (utara),sehingga mencemari lingkungan terdekatnya.

Merasa tahu diri dan tidak ingin ribut dengan pelanggar aturan Ibu Uji memilih diam dan tidak menegurnya,tetapi menyarankan pada RSST untuk secara berkala mengadakan monitoring,pengawasan dan penindakan secara tegas sebagai shock teraphy  pada pelaku (biar kapok) agar aturan yang dibuat tidak sekedar menjadi produk formalitas dan kemudian dilecehkan orang-orang yang tidak punya rasa malu dan tenggang rasa,demikian saran Ibu Uji lewat media ini.

Oleh : Kiswanto



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info