PROFIL PELANGGAR LARANGAN MEROKOK DI AREA ‘RSST’ KLATEN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » PROFIL PELANGGAR LARANGAN MEROKOK DI AREA ‘RSST’ KLATEN

PROFIL PELANGGAR LARANGAN MEROKOK DI AREA ‘RSST’ KLATEN

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 26 Januari 2014 | 19.32

 
 RSST ditetapkan sebagai kawasan  bebas asap rokok

Klaten ~ Area Rumah Sakit Umum Pusat dr Soeradji Tirtonegoro ( RSST ) Klaten ,telah ditetapkan sebagai kawasan bebas asap rokok dan berudara segar.Namun faktanya masih dijumpai perokok mania yang nekat melanggar aturan tersebut.

Beberapa waktu yang lalu dirilis data terkait pelanggaran berlalu lintas khususnya sepeda motor yang didomonasi oleh para pelajar.

Sementara belum ditemukan data ,siapakah yang mendominasi pelanggaran larangan merokok di area bebas asap rokok di RSST Klaten. 


 
Dua orang penunggu pasien sedang merokok di teras Cendana tertangkap kamera

Penasaran ? , ikuti investigasi kontributor klaten info.

Pertama , ‘ Sebagai perokok berat ,saya begitu masuk RS untuk rawat inap merasakan tidak kuat menahan untuk tidak menghisap rokok.Maka sambil diinfus saya keteras belakang langsung menyulut rokok yang telah disiapkan dari rumah ‘ demikian penuturan seorang pasien laki-laki paruh baya kepada kontributor klaten info  di ruang VIP A Cendana sisi utara,saat Gunung Merapi meletus akhir 2013 yang lalu.

Pasien tersebut mengaku berasal dari wilayah Klaten Utara dan merupakan pejabat eselon empat sebagai kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebuah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkaitan dengan bidang pendidikan di Klaten.

Yang pertama ini adalah oknum pejabat dilingkungan pemkab Klaten , tentunya ia  berpendidikan tinggi sehingga berkategori terpelajar dan memahami aturan.


Dua orang tenaga kerja RSST sedang merokok dibawah pohon kelapa gading


Kedua ,masih di komplek VIP A Cendana sisi utara dijumpai dua orang penunggu pasien berinisial SM yang berasal dari wilayah kabupaten tetangga (luar kabupaten Klaten ) dengan santainya merokok sambil duduk-duduk di teras belakang dan sempat terambil gambarnya oleh kontributor klaten info (17/1) .Melihat penampilannya mereka bukan oknum pejabat dan berpendidikan tinggi mereka berasal dari kawasan pegunungan selatan.

Ketiga , sekawanan pekerja bangunan dilingkungan RSST sendiri saat mulai bekerja di pagi hari mereka sangat menikmati asap rokok , penikmat nikotin ini juga sempat terekam kamera (20/1).Kelompok ini diyakini bukan orang terpelajar.Mereka berada dibawah pohon kelapa gading pojok lor kulon Cendana.

Keempat , ketika berada di teras Instalasi Gawat Darurat (IGD) (20/1) dijumpai seorang pengantar pasien merokok dan menghembuskan asap yang tebal dan sangat mengganggu orang-orang yang berada disekitarnya.Sepertinya orang ini termasuk kategori orang awam dari kampung yang barangkali tidak mengerti aturan yang dicanangkan di RSST.


    Puntung rokok pada cawan ( asbak ) di teras belakang salah satu ruang VVIP WK.



Kelima , puntung rokok terekam kamera digital berada di cawan (asbak) yang diletakkan di meja teras belakang salah satu ruang VVIP Wijaya Kusuma(1/1).Ini dilakukan para penunggu atau keluarga pasien berinitial SP yang berasal dari Jomboran Klaten Tengah.Kategori ini masuk kelompok orang kota yang tentunya telah sadar dan paham akan bahayanya asap rokok bagi kesehatan.

Melihat data dan fakta tersebut ternyata profil pelanggar aturan larangan merokok di RSST terdiri dari berbagai segmen . Mulai oknum pejabat yang nota bene berpendidikan tinggi ,oknum orang kota ,oknum orang nggunung , oknum pekerja RSST sendiri dan oknum pengunjung entah berasal dari mana.

Mereka dapat dibagi kedalam dua golongan atas dasar motivasinya tentunya ada yang patut diduga sengaja melanggar , atau ada yang benar-benar tidak tahu adanya aturan dilarang merokok di area RSST.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan Direktur Utama RSST yang telah mencanangkan gerakan ‘dilarang merokok dalam area RSST’  berdasarkan UU nomor 36 tahun 2009 dengan pidana denda maksimal Rp 50.000.000,00 bagi pelanggarnya.

Namun tidak cukup kiranya menetapkan regulasi  begitu saja dengan berharap aturan akan berjalan secara optimal.Perlu kiranya tindakan komprehensif mulai dari sosialisasi , peringatan dan penindakan serta pengawalan secara bekelajutan atas peraturan tersebut.

Barangkali perlu shock teraphy agar ada efek jera bagi pelanggar aturan,dengan membuka sayembara barang siapa yang dapat menangkap basah atau melihat dan atau langsung melaporkan pada aparat keamanan akan mendapat hadiah. Laporan dapat via SMS atau telepon pada nomor yang disediakan oleh pihak RSST.

Dan bagi para pelanggar yang terbukti bersalah dikenai sanksi dan di pajang fotonya di papan pengumuman RSST Klaten.Sistem reward and punishment layak di implementasikan.

Semoga motto udara segar di kawasan bebas asap rokok RSST dapat dicapai dan dilestarikan secara berkelanjutan .

Oleh : Kiswanto




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info