PENGEMBANGAN BIOGAS SALAH SATU SOLUSI ATASI GAS ELPIJI SULIT DAN MAHAL - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » PENGEMBANGAN BIOGAS SALAH SATU SOLUSI ATASI GAS ELPIJI SULIT DAN MAHAL

PENGEMBANGAN BIOGAS SALAH SATU SOLUSI ATASI GAS ELPIJI SULIT DAN MAHAL

Written By kiswanto adinegara on Kamis, 06 Februari 2014 | 18.49

Biogas dapat menjadi salah satu solusi ketika elpiji sulit & mahal.



Karangnongko ~ Menjadi rahasia umum bahwa kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi sering terjadi di wilayah kabupaten Klaten beberapa bulan terakhir.Langkanya gas elpiji bertabung ‘melon’ berwarna hijau muda di pengecer sering membuat cemas penggunanya.

Ketika awal konversi dari minyak tanah menjadi elpiji jelang akhir tahun 2008 ,harga subsisdi tabung 3 kg baru sekitar Rp 13.500,00 an.Harga eceran kemudian merambat naik menjadi Rp 15.000,00 dan terakhir ini mencapai kisaran Rp 17.000,00 hingga Rp 20.000,00.

Padahal warga pengguna sangat paham manakala harga eceran sejatinya belum pernah ada kenaikan resmi dari pemerintah.Parahnya lagi mahalnya gas jatah untuk warga miskin serta  pengusaha mikro kecil itu akhir-akhir ini keberadaannya sering langka.Sementara pemerintah sebagai regulator terlihat kedodoran mengatasinya.

Disamping menertibkan distribusi , merazia pengusaha ‘ilegal nakal’  yang mengoplos elpiji 3 kg menjadi 12 kg ,diharapkan pemerintah menggalakkan pengembangan energi alternatif salah satunya biogas ternak bersama masyarakat (Batamas).

Program pengembangan Batamas dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan peternak melalui pemanfaatan hasil samping peternakan berupa kotoran ternak segar menjadi biogas dan pupuk organik.

Biogas dapat dimanfaatkan sebagai energy alternatif atau pengganti elpiji ,batu bara serta kayu bakar untuk memasak bagi rumah tangga peternak di perdesaan ,untuk penerangan serta pupuk organik sebagai penyubur lahan pertanian.

Potensi biogas dan pupuk organik asal ternak sangat berkaitan dengan jumlah populasi ternak dan pola pemeliharaannya di masyarakat.Untuk skala ekonomi rumah tangga peternak guna keperluan memasak di dapur perhari diperkirakan membutuhkan biogas asal ternak yang dihasilkan dari kotoran ternak segar dari ternak sapi / kerbau sebanyak 2 ekor , ruminansia kecil (kambing/domba) 36 ekor,kuda 3 ekor ,babi 15 ekor dan unggas 363 ekor (Sumber : Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia,Kementan ).

Rumah tangga peternak yang memiliki ternak sapi/kerbau satu ekor,mempunyai nilai ekonomi dari biogas dan pupuk organik asal ternak sebesar Rp 1.000.000,00 pertahun.Tambahan pendapatan petani tersebut dinilai cukup signifikan untuk digerakkan secara terprogram,sebagai bagian upaya peningkatan kesejahteraan petani peternak.

Sebagaimana diketahui zone utara kabupaten Klaten diantaranya wilayah kecamatan Manisrenggo,Kemalang,Karangnongko,Jatinom dan Tulung  merupakan ‘gudang ternak’  khususnya ruminansia di kabupaten Klaten.

Fenomena gonjang-ganjing gas elpiji 3 kg yang cenderung menyusahkan warga miskin diperdesaan terutama para peternak ,barangkali dapat di carikan solusi salah satunya yakni dengan pengembangan program biogas bersama masyarakat.Tidak perlu biaya terlalu besar dan pemerintah kabupaten Klaten dapat memfasilitasinya dengan APBD.

Oleh : Kiswanto  

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info