PETANI HARAPKAN JIDES DAN JITUT DIBANGUN PERMANEN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » PETANI HARAPKAN JIDES DAN JITUT DIBANGUN PERMANEN

PETANI HARAPKAN JIDES DAN JITUT DIBANGUN PERMANEN

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 09 Februari 2014 | 22.01

 
Jitut dan Jides diwilayah kecamatan Karangnongko dan Jogonalan sebagian besar belum permanen

Karangnongko ~ Zaman Orba prestasi Indonesia dibidang pertanian tanaman pangan pernah berjaya yakni menyabet penghargaan FAO ( PBB ) karena bisa berswasembada beras.Era itu nasib petani diperhatikan dengan adanya program Bimbingan Massal (Bimas) dibarengi dengan intensifikasi penyuluhan pertanian dari pusat hingga wilayah kerja kelompok tani ( Wikel).

Disamping itu rezim Orba getol membangun infrastruktur pertanian berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan.Salah satunya adalah Dam untuk irigasi dan pencetakan sawah baru.Dibeberapa wilayah juga masih ditemukan sisa-sisa kejayaan kolonial dibidang pembangunan irigasi berupa ‘jolontoro’ atau jaringan irigasi baik, sekunder ataupun tersier.

Hal ini menunjukkan betapa penting dan strategisnya infrastruktur pertanian dalam kondisi baik dan berfungsi optimal menurut pandangan pemerintah.

Salah satu jurus jitu untuk meningkatkan kesejahteraan petani agar pendapatannya meningkat saat itu adalah penerapan Panca Usaha tani.Dan salah satu unsur panca usaha yang vital adalah ketersediaan pengairan atau irigasi yang memadai.

Jaringan irigasi tingkat usahatani (Jitut) dan jaringan irigasi tingkat desa (Jides) merupakan prasarana produksi berupa jaringan tersier yang penting dan strategis keberadaannya. Mengingat sebesar apapun air dijaringan primer dan sekunder ,manakala tidak ada akses masuk kepetak-petak sawah petani dengan lancar akan sangat mengganggu kinerja usahatani padi sawah.

Di hamparan sawah wilayah desa Kadilaju ,kecamatan Karangnongko , desa Tambakan dan Joton kecamatan Jogonalan masih banyak dijumpai jitut dan jides yang belum permanen.Hal ini berpotensi terjadi kehilangan air akibat bocor serta evaporasi.Lebih-lebih petani yang berada di ujung desa Joton dan Tambakan manakala kemarau sering sulit terjangkau air irigasi karena banyaknya air yang merembes dan hilang dijalan.

Air irigasi yang berhulu di Dam Gayamsewu kali Gede Kadilaju yang dibangun tahun 1969 an dengan dana swadaya Tri desa tersebut hingga saat ini masih dalam kondisi  kokoh . Namun jaringan irigasi utama , jides dan jitutnya sebagian besar belum permanen demikian penuturan Soenarto petani di bulak Watu gede Karangeri.

Didukung sejawatnya petani yang tergabung dalam poktan Tirto Mulyo ,atas nama poktan Suriyadi  menilai bahwa pembangunan jitut dan jides menjadi permanen di kuloh padukuhan Sepuluh dan wetan Karangeri mendesak dilakukan.Kemudian mereka  mengusulkan   dan berharap diprioritaskan pada musrenbangdes / kecamatan untuk tahun anggaran 2015. Dan pemerintah kabupaten Klaten merespons dengan segera usulan ini.

Air irigasi menjadi kebutuhan vital petani sawah , terlebih jika musim kemarau debit air menyusut cukup banyak sehingga kebutuhan air sering terganggu dan ini akan menyebabkan produktivitas padi kurang optimal dan berdampak menurunnya produksi padi petani,demikian imbuhnya mengakhiri perbincangan dengan kontributor klaten info.

Oleh : Kiswanto


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info