MISTERI KEANGKERAN ‘ KEBON SUWUNG ’ - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » » MISTERI KEANGKERAN ‘ KEBON SUWUNG ’

MISTERI KEANGKERAN ‘ KEBON SUWUNG ’

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 30 Maret 2014 | 23.01

Suatu kebon suwung ,laksana hutan



                                             
Karangnongko  ~  Lazimnya tempat-tempat  yang dibiarkan suwung  alias kosong  dalam kurun waktu lama akan ‘ditempati’  makhluk  ghaib dan menjadikan lokasi tersebut  wingit  atau angker.

Tempat kosong yang  menjadi terkenal  diantaranya omah suwung   dan kebon suwung.

Alkisah di sebuah padukuhan  di salah satu desa paling barat wilayah kecamatan Karangnongko  , kira –kira hingga 20 tahun lalu ada  beberapa  ‘ kebon suwung ‘.Salah satunya  berada di pinggir jalan raya yang membelah padukuhan.Luasnya berkisar 2000 meter persegi.

Ditengah  pekarangan tersebut dahulu ada sebuah sumur gali dengan kedalaman sekitar  4 meter dari permukaan tanah.Dan di bagian utara dibawah pohon melinjo terdapat watu blirik.Batu blirik merupakan sebuah batu besar yang terpendam namun permukaannya berada diatas  tanah dan nampak blirik-blirik ( lorek )  karena ditumbuhi jamur dan lumut.

Watu blirik terkenal sangat angker dan menakutkan. Sehingga banyak warga yang takut mendekat utamanya dimalam hari.Sebagian warga sering kedapatan membuang sesaji disitu.Dari batu besar dibawah pohon so tersebut konon sering muncul  memedi colok  berupa  obor yang dapat berjalan -jalan dalam kegelapan malam ,tanpa ada yang memeganginya.

Pekarangan ini dulu milik mbah Pairo Sepi , saat menempati pekarangan ini dia  sakit-sakitan ,  akhirnya lumpuh dan tak kunjung sembuh.Menurut  orang pintar konon pekarangan itu wingit dan mbah Pairo beserta keluarganya ‘ tidak kuat ‘  menempatinya.

Oleh karena itu akhirnya mbah Pairo Sepi memutuskan untuk menjual pekarangannya itu kepada orang lain,kemudian hijrah ke padukuhan sebelah.Atas kepindahannya itu akhirnya mbah Pairo Sepi dapat sembuh dari sakitnya yang parah ,demikian penuturan  Sri Gethuk ( 57 tahun)  kepada kontributor klaten info..

Setelah ditinggal pergi itulah pekarangan itu ,menjadi kosong dalam waktu lama dan warga menyebutnya sebagai kebon suwung.Bonsuwung itu ditumbuhi pohon –pohon besar seperti rambutan,mangga, nangka ,melinjo ,pakel  dan dapuran pring yang sangat rimbun.

Di dekat dapuran pring itulah orang lewat dalam kegelapan malam konon sering diganggu memedi dengan dilempari (disawuri ) pasir sehingga menimbulkan suara kemrosak.

Aura keangkeran itu diyakini Sri Gethuk hingga saat ini masih ada walaupun pekarangan itu tidak suwung lagi karena sudah berdiri bangunan rumah.

Buktinya  walaupun sepuluh tahun terakhir kebon itu mulai ditempati namun pemukim pertama  akhirnya sakit-sakitan ,sakitnya cukup parah dan dalam kurun waktu cukup lama.Karena komplikasi akhirnya kepala keluarga itu meninggal dunia dalam usia relatif muda (dibawah 40 tahun) ,demikian ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info