RUMAH KUNA DARI KAYU NANGKA JADI KEBANGGAAN TERSENDIRI - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » RUMAH KUNA DARI KAYU NANGKA JADI KEBANGGAAN TERSENDIRI

RUMAH KUNA DARI KAYU NANGKA JADI KEBANGGAAN TERSENDIRI

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 22 April 2014 | 21.03


 
Rumah kuna berkerangka kayu nangka  tua di Karangnongko.



Karangnongko  ~  Dilihat dari kelasnya kayu nangka dibandingkan dengan kayu jati ( Tectona Grandis ) memang  tidak selevel, kayu nangka berada dibawahnya.Namun demikian  kayu nangka memiliki kualitas yang cukup bagus dibandingkan  dengan mahoni ( Sweetenia Mahagoni ) dan albasia ( Albicia Falcataria ) .

Disamping tahan lama , keistimewaan kayu nangka adalah warna kuning yang cerah hingga agak gelap yang dipengaruhi umur pohon.Semakin tua warna kuning akan mendominasi  penampang dan tampilan kayu nangka.

Pohon Multipurpose Tree Species ( MPTS )


 
 Pohon Nangka , pohon serbaguna.


Pohon nangka gampang hidup dan bisa mencapai puluhan hingga ratusan tahun.Pohon ini disamping penghasil  buah cempedak  atau  nangka , jika belum matang disebut ‘gori’ dapat digunakan sebagai bahan baku gudeg dan sayur ,daunnya bagus untuk hijauan pakan ternak.Bakal buahnya juga dapat untuk obat herbal serta sebagai obat nyamuk bakar.

Sehingga warga masyarakat  suka menanam pohon serbaguna ini mulai di pekarangan,  sawah .serta tegalan,hingga berumur puluhan tahun.Diameter pohon bisa mencapai  0,50  - 1 , 50 meter dengan ketinggian hingga  puluhan meter.Hasil dari pohon ini memiliki nilai ekonomi tinggi mulai dari buah ,daun hingga harga kayunya cukup mahal dan mudah menjualnya.

Sebagai kayu bahan pertukangan bagi masyarakat wilayah kecamatan Manisrenggo, Kemalang  ,Karangnongko,Jatinom dan Tulung ,kabupaten Klaten , provinsi Jawa Tengah  yang berada di kaki Merapi  kayu nangka  dimanfaatkan untuk membuat rumah dan perkakas rumahtangga atau mebeler.Saking banyaknya pohon nangka maka salah satu wilayah kecamatan itu diberi nama ‘Karangnongko’ sebagai tetenger.

Rumah berbahan dasar kayu dipercaya masyarakat tempo doeloe  aman dan tahan gempa , baik gempa tektonik maupun vulkanik yang sering mengguncang daerah lereng Merapi.

Menjadi prestise tersendiri jika memiliki rumah kuna yang berpintu  ‘ gebyog ‘ dan kerangkanya dibuat dari kayu nangka tua.Warna kuning hingga kecoklatan pelitur nampak  mantap dan ‘wah’ dipandang.Keantikan bangunan berbasis kayu nangka memang memiliki  keanggunan serta kenyamanan tersendiri,rasanya adem.Dizaman sekarang rumah kayu kian langka ,semuanya digantikan dengan semen sehingga aura adhemnya hilang ,jadi panas rasanya

Rumah tipe limasan ini dibuat kira-kira tahun 1890 an , kerangka utamanya  terbuat dari kayu nangka tua  yang warnanya coklat kehitaman  serta penggarapannya  hand made  sehingga nampak tidak halus mulus ,yang menandakan usia  ketuaannya,demikian penuturan Doni pemilik rumah berbasis kayu di Karangnongko itu kepada kontributor klaten info dengan bangga.

Menurut Doni rumah ini pemberian nenek moyangnya pada tahun 1970 an yang zaman doeloe menjadi pamong di desanya.Dengan demikian mampu  memilih dan membeli pohon-pohon nangka tua dari  masyarakatnya ,disamping menebang pohon dipekarangannya sendiri kala itu , demikian imbuhnya.

Saat ini pohon  nangka yang besar kian sulit ditemukan, karena kebutuhan akan kayu unik ini kian banyak ,sementara lahan pertanaman kian berkurang terkonversi  untuk  kepentingan non pertanian.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

1 komentar:

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info