MERAPI WASPADA HARGA PASIR DILOKASI ‘ MELONJAK ‘ ,DASAR JURANG JADI SASARAN PENAMBANGAN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » MERAPI WASPADA HARGA PASIR DILOKASI ‘ MELONJAK ‘ ,DASAR JURANG JADI SASARAN PENAMBANGAN

MERAPI WASPADA HARGA PASIR DILOKASI ‘ MELONJAK ‘ ,DASAR JURANG JADI SASARAN PENAMBANGAN

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 11 Mei 2014 | 21.09




 
Dasar jurang Logede yang dalam pun tak luput dari penambangan pasir (foto:kiswanto)


Karangnongko  ~  Dalam rangka antisipasi  perkembangan satus kegunungapian Merapi paska dinaikkan dari aktif normal menjadi waspada , maka penambangan pasir dengan alat berat dilarang beroperasi.

Pelarangan oleh pemerintah tersebut diberlakukan sejak  awal Mei 2014. Hanya penambangan manual yang masih diperkenankan beroperasi di wilayah kecamatan Manisrenggo , Kemalang dan Karangnongko.Tujuannya adalah guna mempermudah dan memperlancar evakuasi warga  manakala Merapi bergejolak terus hingga mencapai klimaksnya berupa erupsi.

Mengingat kebutuhan pasir dan batu dari berbagai daerah terus meningkat ,maka dampak dari dilarangnya alat berat beroperasi ada pihak yang diuntungkan.Pihak yang merasa diatas angin adalah para penambang manual.

Sebagaimana penuturan Jumbadi warga Logede kepada kontributor klaten info bahwa harga pasir dilokasi sejak  excavator dilarang menjadi naik dua kali lipat bahkan lebih , sekarang satu truk harga pasir mencapai  Rp 300.000,00 – Rp 350.000,00, kalau tidak mau ya tidak diisi katanya.Harga  semula sebelum Merapi waspada sekitar Rp 150.000,00 per rit imbuhnya.

Lebih lanjut Jumbadi mengatakan  ‘ penambangan pasir saat ini disamping telah memasuki areal pekarangan , tegalan juga wilayah sungai   menjadi arena penambangan manual. Dibawah jembatan Bunder  keutara  saat ini telah ada jalan turun yang dibuat disekitar Budo ketimur.

Dan kali yang kedalamannya sekitar  20 – 50 meter tersebut tidak luput dari incaran penambang manual.Jurang yang dalam tersebut dulu tak pernah dibayangkan jika akan menjadi areal penambangan. Disitu harga pasir per rit agak murah mencapai Rp 300.000,00 karena truk harus melewati jalur yang sulit dan berat , imbuhnya keheranan.

Fakta dilapangan  aktifitas penambangan galian golongan C memang sangat progresif  tidak saja pada wilayah sungai yang dangkal berhulu Merapi ,namun tegal dan pekarangan sebagai lahan pertanian pun menjadi sasaran eksploitasi.Bahkan yang lebih ekstrim lagi jurang dengan kedalaman 50 meter saja tak menyurutkan para penambang pasir beraksi.

Dibutuhkan kebijakan dan kearifan pemerintah untuk segera menyikapi fenomena  kontradiksi antara dua kepentingan yakni satu sisi bermotif ekonomi dan sisi lainnya adalah kelestarian fungsi lingkungan hidup.


 
Kali Woro yang dangkal pasirnya kian habis ditambang (foto:kiswanto) 

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info