PUPUK BERSUBSIDI LANGKA DAN MAHAL , PETANI HARUS MENGADU KEMANA ? - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » PUPUK BERSUBSIDI LANGKA DAN MAHAL , PETANI HARUS MENGADU KEMANA ?

PUPUK BERSUBSIDI LANGKA DAN MAHAL , PETANI HARUS MENGADU KEMANA ?

Written By kiswanto adinegara on Senin, 12 Mei 2014 | 21.29

 
 Pupuk Urea bersubsidi menjadi langka dan mahal.



Karangnongko  ~  Menjadi petani sebenarnya bukan pilihan,namun karena keadaan demikian barangkali yang dikatakan ‘petani’ saat ini.Menggarap sawah dengan pengeluaran yang tidak sedikit ,panen belum tentu itulah masalahnya,sementara modal mepet dan harga saprodi semakin mahal saja harganya.

Menurut penuturan Mardjono sekretaris kelompok tani Tirto Mulyo di wilayah kecamatan Karangnongko kelangkaan pupuk bersubsidi akan terjadi hingga Desember 2014 nanti, demikian hasil konsultasinya dengan Petugas Penyuluh Pertanian ( PPL) setempat beberapa waktu yang lalu.

Kabar langka dan mahalnya harga semua jenis pupuk bersubsisi utamanya urea ada beberapa spekulasi yang mengakibatkannya.Konon komoditi strategis ini dipolitisasi karena menjelang perhelatan  pilpres  9 Juli mendatang demikian penuturan Sriyanto pemilik toko alat pertanian.Ada kabar lain  akibat permainan distributor pupuk  di Klaten dan bahkan ada penyalahgunaan pupuk bersubsisidi untuk pewarna batik di Pekalongan (KR,10/5).

Menurut Dinas Pertanian Klaten memang alokasi pupuk urea untuk kabupaten Klaten tahun 2014 turun 20 % dibanding dengan jatah tahun sebelumnya,yakni hanya  20.717 ton.
 
  Nasib petani gurem terombang-abing harga saprodi yang langka dan mahal.


Winarno seorang petani Karangnongko mengaku resah terhadap langkanya pupuk urea bersubsidi,padahal saat ini sebenarnya sudah harus memupuk tanaman padinya yang kedua kali.Normalnya harga urea bersubsidi satu zak  ( 50 kg ) sekitar Rp 90.000,00 ,namun sekarang kalau barangnya ada mau membelinya dengan harga hingga diatas Rp 100.000,00  , keluhnya.

Menurut informasi dari salah satu distributor pupuk di Karangnongko  Syaebani  jika petani ingin menggunakan pupuk urea kujang non subsidi harga prangko ditempat perzak ( 50 kg ) adalah Rp 250.000,00

Pantauan kontributor klaten info mendapati beberapa pengecer pupuk bersubsidi memasang tulisan ‘ pupuk kosong ‘ di depan kiosnya.Kalaupun ada stok pupuk pengecer hanya dijatah puluhan zak urea dari distributor  dan biasanya lansung diserbu petani kendatipun harganya naik cukup signifikan.

Sebagai anggota poktan ,saya bisanya mengadukan permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi kepada pengurus untuk mencarikan solusi,demikian penuturan Ngadinu.Kemudian pengurus mengkosultasikan dan melaporkan kepada PPL  sebagai unsur aparatur  sipil negara yang bertugas dilapangan  ,tapi jawabnya  kurang meneteramkan hati petani dan bahkan bukan merupakan solusi sebagaimana disampaikan Mardjono.

Kemudian pertanyaannya keresahan dan kecemasan petani gurem dalam bertani untuk menyambung hidup dihadapkan pada persoalan langka dan mahalnya pupuk bersubsidi  ,kepada siapakah
harus mengadu ?

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info