PUPUK UREA BERSUBSIDI LANGKA PETANI KELIMPUNGAN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » PUPUK UREA BERSUBSIDI LANGKA PETANI KELIMPUNGAN

PUPUK UREA BERSUBSIDI LANGKA PETANI KELIMPUNGAN

Written By kiswanto adinegara on Jumat, 02 Mei 2014 | 00.30

  Rapat Poktan  Tirto Mulyo,salah satu  topik bahasan upaya atasi kelangkaan pupuk urea.




Karangnongko  ~  Peningkatan produktivitas dan produksi padi oleh pemerintah dilakukan dengan pembinaan yang terkoordinasi diantaranya melalui pemanfaatan bantuan benih, alsintan,kemitraan ,perluasan areal tanam serta pupuk bersubsidi .

Pupuk bersubsidi  kepada petani selama ini berupa  pupuk urea , ZA , SP-36 atau Superphos NPK dan pupuk organik.Pada umumnya petani memupuk tanaman padinya menggunakan pupuk an organik berupa urea.

Namun diakui sejumlah petani  salah satunya Ngadino ,bahwa  sekurangnya sejak satu bulan yang lalu keberadaan pupuk urea langka dipasaran.Saya mencari di pengecer  hingga diwilayah Kemalang , Karangnongko dan Manisrenggo tidak ada ,bahkan berburu hingga Sleman demikian penuturan petani dari Kadilaju itu kepada kontributor klaten info.Akhirnya dari pada tidak dipupuk  terpaksa hanya menggunakan ZA atau ponska /NPK ,ujarnya.

Kelangkaan pupuk urea bersubsidi di pasaran juga dibenarkan Marjono selaku sekretaris kelompok tani Tirto Mulyo.Sejak sebelum Pemilu legeslatif para petani termasuk anggota poktan sudah merasa kesulitan mencari pupuk bersubsidi tersebut,hal demikian membuat petani  kebingungan dan kelimpungan dibuatnya.

Lazimnya harga pupuk urea satu zak isi 50 kg dulu dibelinya di pengecer Rp 95.000,00.Sementara harga normalnya untuk ponska / NPK  Rp 130.000,00 per zak dan ZA Rp 90.000,00 per zaknya ,demikian penuturan Marjono  kepada klaten info disela-sela pertemuan rutin  malem Minggu Legi kemarin.

Kelangkaan pupuk urea bersubsidi  barangkali akibat dari menurunnya kuota dari  pemerintah .Menurut Kepala Bidang TPH Dinas Pertanian Klaten alokasi pupuk urea untuk kabupaten Klaten pada tahun 2014 sejumlah  20.717 ton  ,turun 20 % dibandingkan dengan jatah tahun 2013 sebesar sekitar 25.896 ton.

Para petani berharap pemerintah kabupaten Klaten  melalui  Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida  memantau dan mengawasi distribusi pupuk bersubsidi ini dengan baik ,jangan sampai terjadi penyelewengan dan kebocoran penggunaan pupuk sehingga membuat petani Klaten resah.

Disamping itu jika dari alokasi pupuk yang ada ternyata tidak mencukupi diharapkan pemerintah kabupaten Klaten minta tambahan jatah kepada Gubernur Jateng melalui surat resmi ,demikian Supriyadi salah satu ketua poktan  diwilayah Karangnongko berharap.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info