BURUH TANDUR LANGKA , HAMBAT TANAM PADI SECARA SERENTAK - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , , » BURUH TANDUR LANGKA , HAMBAT TANAM PADI SECARA SERENTAK

BURUH TANDUR LANGKA , HAMBAT TANAM PADI SECARA SERENTAK

Written By kiswanto adinegara on Senin, 23 Juni 2014 | 06.30


 
Buruh Tandur yang kian langka .



Karangnongko  ~  Pemandangan kurang serentaknya pertanaman padi sawah dalam suatu hamparan (bulak) di wilayah kabupaten Klaten  menjadi sesuatu yang biasa ditemui.

Hal demikian salah satunya dapat dijumpai di wilayah kecamatan Karangnongko.

Sebagaimana penuturan Ngadinu seorang anggota kelompok tani Tirto Mulyo Kadilajo  ,bahwa saat ini mencari buruh tandur tidak gampang , jauh hari sebelum rencana tanam padi sudah harus pesan alias order dulu pada grup tandur.Leleran sebenarnya sudah siap ditanami benih padi , tetapi karena grup tandur padat acara tanam ditempat lain maka sesudah empat hari baru bisa tandur katanya kepada kontributor klaten info (23/6).

Hal demikian dibenarkan Soemardjo  petani dari padukuhan Gempol,bahkan dibeberapa tempat  ketika tanaman padi disawah baru menguning dan belum dipanen  ada yang sudah pesan hari tanam kepada kelompok tandur ,dengan maksud agar kelak tidak tertinggal jauh dari tetangganya

Grup tandur di Kadilajo yang diketuai mBah Pairo dengan anggota empat orang perempuan yang sudah tidak muda lagi tersebut sudah memiliki pengalaman kerja puluhan tahun.Diakuinya mencari anggota tandur zaman sekarang sangat sulit, terutama anak-anak muda tidak berminat  sama sekali.Karena bekerja sebagai buruh tandur memang berat  disamping itu kotor oleh lumpur juga harus rela terjemur teriknya matahari bahkan berbasah-basah jika hujan.

Oleh karena itu perempuan muda terdidik lebih memilih kerja di kota sebagai pelayan toko atau buruh pabrik yang tidak kepanasan dan kehujanan serta bersih tempatnya ,katanya menjelaskan.

Menurut Mbok Inem salah satu anggota grup tandur , untuk tandur satu pathok ( luas sekitar 2.200 meter persegi) selesai dikerjakan berlima selama sehari dengan dapat upah sebesar Rp 150.000,00 ditambah snack ,minum dan makan sekali .Aggota kelompok tandur  terdiri dari  lima orang , sehingga sehari dapat membawa pulang Rp 30.000,00 per orang ,katanya.

Terbatasnya keberadaan tenaga kerja tandur disuatu tempat ,dinilai akan menyebabkan tidak serentaknya pola tanam padi disuatu hamparan  dan dengan demikian akan berpengaruh pada kerentanan tanamaman terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) ,sehingga mengakibatkan rendahnya produksi padi , demikian dikatakan Supriyadi ketua Poktan Tirto Mulyo kepada klaten info.

Supriyadi berharap  fenomena kian sulitnya kaderisasi tumbuhnya tenaga tandur ,yang berdampak pada sukarnya petani  tanam secara serentak pada suatu hamparan ,segera memperoleh  respon dari Dinas Pertanian kabupaten Klaten untuk dicarikan solusi pemecahannya.

Oleh : Kiswanto
  

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info