SEBUAH CATATAN TATKALA NYEKAR DI MAKAM MUSIBAH - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » SEBUAH CATATAN TATKALA NYEKAR DI MAKAM MUSIBAH

SEBUAH CATATAN TATKALA NYEKAR DI MAKAM MUSIBAH

Written By kiswanto adinegara on Senin, 30 Juni 2014 | 00.44



Menabur bunga di atas pusara leluhur di makam Musibah (25/6)

Karangnongko  ~  Bilangan hari – hari di akhir bulan Sya’ban sudah menjadi budaya umat Islam untuk melakukan ziarah kubur  ke makam para leluhur.

Agenda ziarah kubur tersebut lazim disebut sebagai kegiatan ‘nyekar’.Pasalnya saat mengunjungi makam dinilai lebih afdol sambil membawa bunga mawar merah putih ,kantil dan lainnya untuk ditabur pada pusara agar tercipta aroma wangi di pekuburan.

Hal demikian yang membuat harga bunga mawar  melambung hingga mencapai Rp 100 – 150.000,00 per kilogram saat musim nyadran,atau naik  4 – 6 kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Kendatipun keberadaan makam leluhur jaraknya jauh  , saat nyadran tiba  seolah telah menjadi sebuah lagu wajib untuk di hadiri guna mendoakan arwahnya agar diampuni dosa kesalahan , dilapangkan  dan dijauhkan dari siksa kubur serta diterima disisi Allah SWT.

Makna selanjutnya dengan ziarah kubur adalah mengingat bahwa kita kelak juga akan menyusul para leluhur yang telah mendahului menghadap sang maha Pencipta Allah SWT.Dengan demikian diharapkan kita senantiasa tawakal dan khusuk dalam beribadah untuk mencari bekal  di akhirat kelak ,demikian penuturan Ny  Ujiati  kepada kontributor klaten info.


Kebetulan saat ziarah kubur di pusara kedua orang tuanya ,Allah SWT memperlihatkan didekatnya  dilakukan penggalian sebuah lubang untuk pemakaman  jasad yang tengah ditinggalkan ruhnya (25/6).

Dimakam yang beranama Musibah di salah satu wilayah kabupaten paling barat DIY yang harus ditempuh selama dua jam dari Karangnongko , Klaten itulah diperoleh hikmah mendalam tatkala  nyekar arwah almarhum yang kebetulan  mantan pejuang kemerdekaan dan almarhumah  pengukir jiwa raganya .

Sehingga kian menyadarkan bahwa lahir , rezeki , jodoh dan kematiaan adalah hak prerogatif  dan merupakan rahasia Allah SWT.

Khusus berkaitan dengan menghadapi kematian yang tidak akan pernah tahu kapan terjadi ,sehingga kita diharapkan beribadah sebaik-baiknya seolah-olah besok akan kembali menghadapNya.

Lega dan bersukur kepada Gusti Allah SWT dapat terlaksana nyekar kemakam leluhur ,sekaligus dapat menyambung silaturahim dengan sanak saudara dan handai taulan yang lama tidak bersua , itulah catatan penting yang diperoleh saat ziarah kubur yang dikemas nyadranan kemarin imbuhnya.

Oleh : Kiswanto



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info