BERMAIN PETASAN CARA SAMBUT LEBARAN YANG SALAH KAPRAH - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , , » BERMAIN PETASAN CARA SAMBUT LEBARAN YANG SALAH KAPRAH

BERMAIN PETASAN CARA SAMBUT LEBARAN YANG SALAH KAPRAH

Written By kiswanto adinegara on Senin, 28 Juli 2014 | 09.00

 
Sambut Lebaran dengan takbir ,tahmid ,silaturahim dan perbanyak sodaqoh


Karangnongko  ~  Sudah selayaknya manakala umat Islam yang dapat menjalankan puasa Ramadan  sebulan penuh merayakan kemenangan tersebut dengan suka cita.
Kemenangan karena dapat mengalahkan hawa nafsu , dimana syaiton senantiasa tiada rela manusia berjalan dalam kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah Aza Wajala.

Suka cita sambut kemenangan dengan mencari keridoan Allah SWT, seraya mengumandangkan takbir dan tahmid semalam suntuk dimanapun setiap moslem berada sambil menghirup udara segar anugerahNya.

Ironisnya umat Islam dinegeri yang konon subur makmur , gemah ripah loh jinawi ,kerta tur raharja ini kian lama kian melenceng dari syariat Islam.Merayakan lebaran atau malam Idul Fitri yang sepatutnya disambut dengan menggemakan , memuja serta mengagungkan asma Allah SWT secara khusuk ,namun faktanya justru mengedepankan tradisi non Islami yang kontra produktif dan banyak mudharatnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Kebodohan insan yang memuja dan membelanjakan hartanya untuk kepentingan diri sendiri atau egoisme dengan mengabaikan toleransi serta tepa selira pada tetangga salah satunya dengan bermain petasan.

Petasan alias mercon sejatinya merupakan barang haram yang dilarang oleh pemerintah berdasarkan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 ,pada pasal 187 KUHAP tentang bahan peledak ,dimana didalamnya diatur tentang bahan peledak yang menimbulkan ledakan dan mengganggu lingkungan masyarakat.

Pada pembuat,penjual,penyimpan dan pengangkut termasuk didalamnya pengguna petasan dapat dikenai hukuman minimal 12 tahun penjara maksimal kurungan seumur hidup.

Bermain petasan merupakan pemborosan , penuh resiko , tidak bermanfaat dan bermartabat. Bermain petasan dengan ledakan keras identik dengan kesukaan Yahudi ,dan bukanlah ajaran dan anjuran Islam.

Pesta kembang api dan petasan dinegeri Tiongkok asalnya ,konon diyakini untuk mengusir syetan, dan dizaman modern kini negeri itu pun berangsur mengurangi belanja bodoh yang mengganggu dan merusak lingkungan hidup serta pemborosan ekonomi.

Menurut sejumlah warga salah satunya sesepuh di RW 1 Kadilaju berinisial PS menuturkan bahwa sangat geram terhadap penyulut mercon yang mengganggu kenyamanan ,ketenteraman dan keamanan diwilayahnya, hal demikian juga dibenarkan dan didukung oleh yang lain.

Dilingkungan RT 03 ada sejumlah orang sakit , bayi dan pobia suara keras serta malam takbir ada sripah kok tega-teganya ada warga yang nekat menyulut mercon ditengah pemukiman ,sungguh biadab dan tak berperikemanusiaan, demikian tutur salah seorang warga yang enggan disebut jatidirinya.


Peristiwa sore itu (27/7) merupakan catatan kelam bagi warga yang mengaku moslem tapi berperilaku yahudi , tidak suka dengan suara yang menyebut asma Allah namun lebih senang dengan  mercon yang memekakkan telinga dan dapat menghentikan jantung berdenyut.  

Semoga menjadi pelajaran berharga khususnya bagi para orang tua agar senantiasa mengawasi dan mengarahkan anak cucu dan sanak saudaranya untuk menjauhi serta melarang bermain barang haram yang penuh resiko bernama petasan alias mercon itu kedepan, demikian harapan warga RT 03 RW 1 desa Kadilajo.

Oleh : Kiswanto



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info