MITOS KALI UMBUL SENTUL PERNAH LUBER NYARIS JADI LAUTAN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » MITOS KALI UMBUL SENTUL PERNAH LUBER NYARIS JADI LAUTAN

MITOS KALI UMBUL SENTUL PERNAH LUBER NYARIS JADI LAUTAN

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 06 Juli 2014 | 20.34


 
Salah satu sumber air didekat Umbul Sentul yang masih terpelihara.



Karangnongko  ~   Sepanjang kaki gunung Merapi banyak ditemukan mata air .Mata air itu dapat berupa aliran air  permukaan dan berupa umbul.

Di wilayah  kabupaten Klaten terdapat umbul-umbul  yang cukup terkenal seperti  Brintik ,Pluneng ,Jolotundo dan Cokrotulung.Disamping itu masih banyak umbul-umbul kecil yang selama ini belum dikenal secara luas.

Salah satunya adalah umbul Sentul yang secara administratif berada di bulak desa Keputran ,kecamatan Kemalang , namun oleh warga  lebih dikenal dengan kali Sentul kidul nDlajo (Kadilaju ), karena letaknya berada di selatan dan berbatasan dengan padukuhan tersebut.

Menurut cerita nenek moyang secara turun temurun kali Umbul Sentul mempunyai mitos yang mengerikan.Sebagaimana dituturkan Soemardjo ( 85 th) sesepuh desa setempat bahwa konon zaman dahulu kali Umbul Sentul tiba-tiba debit airnya semakin membesar dan meluber kemana-mana.Dengan demikian wilayah sekitarnya tergenang dan airnya kian meninggi.


 
Padukuhan Gereh ,desa Kadilaju




Anehnya air itu juga terasa asin bukan tawar lagi , dan keluar ikan-ikan seperti jenis gereh ,berjumlah sepuluh dan banyak sampah dedaunan hanyut oleh air bah dari umbul kearah selatan karena kondisinya lebih rendah.

Kemudian sekawanan gereh itu terdampar disuatu lokasi guna mengenangnya tempat terdamparnya itu diberi nama padukuhan Gereh.Gereh yang berjumlah puluhan dijadikan untuk tetenger juga lalu tempat didekatnya itu dinamakan padukuhan  Sepuluh.Banyak sampah dedaunan menumpuk juga akhirnya tempat itu dinamai padukuhan Potro yang artinya daun ,ketiga padukuhan itu masuk wilayah administarsi desa Kadilajo,kecamatan Karangnongko hingga sekarang.



Oleh orang pintar setempat dikatakan bahwa kalau musibah ini tidak segera diatasi  wilayah sekitarnya akan tenggelam karena air bah ini akan membentuk segara atau lautan.

Bersama warga setempat  akhirnya orang pintar tersebut menutup umbul yang menjadi sumber utama air bah dengan lumpang batu,dan berhasil. Dengan demikian kali Umbul tidak meluber lagi. Lumpang batu itu masih terlihat hingga saat ini menutupi sumber air berupa umbul yang mengeluarkan gelembung-gelembung air bening dan tawar.

Kali umbul Sentul ini sangat terkenal dan dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci hingga tahun 1970 – 1980 an.Didekatnya saat itu tumbuh pohon beringin yang sangat besar.Namun karena lokasinya berada ditengah persawahan akses masuknya lewat galengan dan sulit akhirnya lama kelamaan sumber air yang melegenda ini dibiarkan merana tak terawat. 


   Padukuhan Potro ,desa Kadilaju


    Padukuhan Sepuluh , desa Kadilaju

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info