KESAL PEMBIARAN TRUK PASIR LANGGAR ATURAN WARGA BUAT DAN PASANG RAMBU SWADAYA DI BASIN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » KESAL PEMBIARAN TRUK PASIR LANGGAR ATURAN WARGA BUAT DAN PASANG RAMBU SWADAYA DI BASIN

KESAL PEMBIARAN TRUK PASIR LANGGAR ATURAN WARGA BUAT DAN PASANG RAMBU SWADAYA DI BASIN

Written By kiswanto adinegara on Rabu, 09 Juli 2014 | 01.00

 
Rambu yang dibuat dan dipasang  warga di pertigaan Basin (8/7, 9:18)




Kebonarum  ~  Salah satu tugas utama pemerintah adalah membuat regulasi.Salah satunya agar penggunaan jalan umum tertib ,aman dan sesuai peruntukkannya pemerintah berkewajiban mengaturnya.

Pemerintah kabupaten Klaten sejatinya telah membuat keputusan Bupati nomor 2114 tahun 2006 yang mengatur jalur resmi truk pengangkut galian golongan C di wilayah kabupaten Klaten.Kemudian ditindaklanjuti dengan pemasangan rambu-rambu lalulintas  diberbagai tempat yang menunjukkan dimana jalur resmi dan jalur yang dilarang  dilewati.

Namun fakta dilapangan banyak rambu-rambu larangan tersebut dilanggar oleh pengemudi truk bermuatan galian golongan C yakni pasir dan batu.Tidak saja nekat menerobos larangan namun muatannyapun melampaui batas yang diizinkan.

Anehnya , pelanggaran sebagaimana diatas merupakan pemandangan umum dan dianggap biasa oleh pemerintah.Sehingga pemerintah bisa dianggap melakukan pembiaran terhadap  pelanggaran larangan yang dibuatnya sendiri.

Dampak dari ketidak tertiban itu diantaranya infrastruktur jalan ,gorong-gorong dan jembatan rusak berat dimana-mana.Masyarakat pengguna jalan merasa terganggu ,tidak aman , dan nyaman ketika melintas dijalanan yang di serobot ratusan truk saban hari.

Fenomena ini sebenarnya terjadi merata dimana-mana, namun karena berbagai keluhan tidak pernah direspon akhirnya masyarakat apatis terhadap kejadian yang kronis ini.

 
Terlihat truk pengangkut Galian Gol C mengikuti rambu yang dipasang (8/7,9:18)


Salah satu puncak kekesalan warga atas fenomena ini adalah warga desa Basin ,kecamatan Kebonarum yang melihat dengan terang benderang setiap pagi hingga malam banyak truk bermuatan galian golongan C nekat melanggar rambu larangan di pertigaan desa Basin ketimur arah Gayamprit.Sedangkan seharusnya jalur resmi truk pasir  melewati Gondangwinangun.

Pelanggaran demi pelanggaran rasanya dibiarkan oleh aparat yang seharusnya  menegur , mengatur  dan menindaknya.Bahkan saban hari truk pelanggar itu secara terbuka berhenti didepan Mapolsek Kebonarum dan diduga memberi ‘mel’  kemudian truk melenggang bebas kearah timur ,ini yang bikin kesal warga demikian penuturan tokoh masyarakat setempat yang keberatan dibeber jati dirinya kepada kontributor klaten info (8/7).

 
Salah satu truk pasir berhenti didepan Mapolsek dan sopir mau keluar (4/7,4:21).


Pelanggaran rambu di Basin ketimur menurut pengakuan salah satu sopir truk berinisial EO demi jarak tempuh yang lebih dekat dan kondisi jalannya lebih bagus , cukup memberi mel Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah ) dengan dalih mau droping di lokasi sekitar beres katanya kepada klaten info beberapa waktu yang lalu.

Puncak ‘kekesalan ‘dan ‘kemarahan’ warga Basin dan sekitarnya tersebut karena menyaksikan kian lama truk pasir semakin nekat dan jumlahnya semakin banyak namun tidak pernah ada upaya pencegahan dan penindakan alias pembiaran oleh aparat pemerintah yang berwenang secara terencana ,terpadu dan berkelanjutan.

Akhirnya pada Sabtu Kliwon ( 5/7) warga berinisiatif membuat dan memasang rambu  secara swadaya yang mempertegas agar truk pengangkut galian golongan C mau melewati jalur resmi yang ditetapkan pemerintah yakni dari arah Kemalang – Gondangwinangun.

Tindakan ini diakuinya sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan atau kontrol sosial  masyarakat terhadap penerapan kebijakan pemerintah agar dapat berjalan efektif dan efisien ,jelasnya.

Rambu itu dibuat sederhana berbahan triplek diberi tiang dan bertuliskan jalur golongan C dilengkapi arah anak panah menuju keselatan.Menurut pantauan warga dengan adanya rambu itu truk menaatinya dan bahkan terlihat beberapa hari ada petugas Polsek yang ikut mengatur dan mengarahkan truk pasir sesuai arah rambu yang dibuat , demikian perwakilan warga Basin menambahkan .

Kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran berharga oleh pemerintah kabupaten Klaten dan instansi vertikal yang berwenang ,  segera tanggap dan meresponnya dalam bentuk tindak lanjut untuk konsisten dan konsekuen menerapkan aturan yang telah dibuatnya secara terpadu , demi ketertiban keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah Klaten.Jangan menunggu rakyat ‘marah’ ,melampiaskan kekesalannya dengan caranya sendiri baru kemudian pemerintah membuka mata dengan keterpaksaan.

Oleh : Kis12

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info