DIBALIK KEINDAHAN BATIK,ADA UPAH BURUH YANG MEMPRIHATINKAN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » DIBALIK KEINDAHAN BATIK,ADA UPAH BURUH YANG MEMPRIHATINKAN

DIBALIK KEINDAHAN BATIK,ADA UPAH BURUH YANG MEMPRIHATINKAN

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 12 Agustus 2014 | 22.47




 

Seorang buruh pembatik



Klaten  ~  Kita patut bangga ketika batik diakui Unesco sebagai warisan budaya asli Indonesia.

Dan kemudian atas ungkapan sukur  itu pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik Nasional.

Namun dibalik keindahan dan kebanggaan akan batik tulis asli tahukah anda akan nasib para tenaga kerja alias buruh pembatik  yang sesungguhnya ?

Potret  buram para buruh pembatik rasanya jarang diekspose  kepermukaan. Kontributor klaten info  memperoleh informasi dari seorang nara sumber terpercaya yang bermukim di sebuah desa wisata  khas batik di selatan kota Klaten sebut saja  namanya Mugi Rahardjo .

Klaten merupakan salah satu penghasil tenun dan batik yang cukup kesohor dari masa kemasa.Tenun lurik bersentra di wilayah kecamatan Pedan sedangkan batik tulis  berada di wilayah kecamatan Bayat.

Di desa wisata Jarum  , kecamatan Bayat  merupakan basis industri kerajinan batik  tulis yang cukup terkenal.Didesa itu terdapat sejumlah pengusaha batik yang sukses dan ternama  baik yang asli  putra daerah salah satunya  Sarwidi ,maupun pendatang dari luar daerah.

Yang sangat memprihatinkan  adalah belum layaknya penghargaan berupa pemberian upah pada para buruh pembatik. Bahkan jika dibandingkan dengan  UMR  kabupaten Klaten tahun 2014 sebesar Rp 1.026.600,00 ,upah buruh itu berada jauh dibawahnya.

Untuk borongan selembar kain bahan pakaian  hanya dihargai  antara Rp  2.500,00 – 3.000,00 ,ini dapat dikerjakan antara  1 – 2  hari.

Sedangkan untuk tenaga kerja harian hanya  diupah Rp  18.000,00 – 25.000,00 ,dengan diberi makan sekali  sehari. Untuk pengusaha lokal  justru berkeinginan mengupah serendah-rendahnya kepada para buruh , dengan rerata hanya Rp 18.000,00.

Ketika ada pengusaha dari luar yang mendirikan tempat usaha di Jarum dan mengupah agak tinggi sekitar  Rp 25.000,00 / hari justru menuai kecaman dan akan didemo agar menurunkan  upah itu ,atau hengkang dari  lokasi  demikian penuturan Mugi  kepada klaten info. 

Fenomena ini terjadi  akibat beberapa faktor penyebab diantaranya adalah  minimnya  pendidikan, keterbatasan lapangan kerja serta kemiskinan yang membelenggu warga .

Namun demikian diharapkan peran pemerintah dapat memecahkan persoalan secara adil dengan win win solution antara pengusaha denga para buruh pembatik.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info