SEBUAH CATATAN MISTERI KOMUNITAS DI GERBONG TERAKHIR - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » SEBUAH CATATAN MISTERI KOMUNITAS DI GERBONG TERAKHIR

SEBUAH CATATAN MISTERI KOMUNITAS DI GERBONG TERAKHIR

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 19 Agustus 2014 | 19.19

Komunitas di Gerbong Terakhir



Karangnongko    ~  Ada pepatah  ‘ hidup segan mati tak mau ‘ , yang secara tersirat  dan tersurat bahwa sejatinya manusia itu takut akan kematian.

Tentang  lahir , rezeki , jodoh dan kematian  ainul yakin adalah hak prerogatif Tuhan Allah SWT. Empat hal itu nyata-nyata  kuasa dan rahasia Allahi Rabbi, tidak ada yang tahu barangkali Nabi dan malaikat sekalipun.

Dari berbagai  macam insan , baik lelaki atau perempuan ,tua atau muda , kaya atau miskin , yang telah menerima takdirnya  berupa ‘ teguran ‘ masing-masing ,akhirnya mereka terantar dalam sebuah terminal kehidupan kemudian  mau tak mau ,suka tak suka harus masuk kedalam gerbong terakhir.

Layaknya sebuah kereta dari gerbong itu ada sekurangnya tiga shif  perjalanan yakni pagi , siang dan malam hari.Dalam komunitas itu berjumlah antara  8 hingga 18 orang penumpang.

Khusus di  shif malam dalam gerbong terakhir  ada 8 personal  diantaranya sebut saja namanya Yoto , Pawiro, Matius ,Poniyem, Pujihati, Martini, Sutijem dan Subardjo  akan diantarkan menuju  tujuan antara  yang sama.

Namun ada sejumlah misteri diantaranya kapan dan dimana  loncatan masing-masing tereksekusi tidak ada yang mengetahuinya. Komunitas ini memang  analoginya  mirip bahkan pas dengan pepatah hidup segan mati tak mau. Mereka semua menunggu ,mereka dan kita semua adalah Camat ,calon mati yang pasti.


Tergantung semangat usaha ,optimistis ,kesabaran dan ketawakalan atau sebaliknya akan sangat berpengaruh dalam gerak perjalanan itu menjadi terulur pendek atau panjang hingga melintas  perbatasan.

Di gerbong kereta senja terakhir ini beberapa waktu  berselang sejumlah penumpang telah meloncat menuju  peristirahatan terakhirnya.

Matius jatuh dirumahnya hingga tidak tertolong  jiwanya , Poniyem  harus kehabisan darah ketika  hemoglobinnya drop mencapai angka 3,3  akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumahnya ( 5/8 )  dan  Martini  akibat  tensinya mencapai 200 / 190  menyebabkan stroke dan koma akhirnya meregang nyawa  beberapa saat lepas dari IGD sebuah  rumah sakit ( 18/8).

Komunitas di gerbong terakhir  penumpangnya satu demi satu  berloncatan keluar masuk alam barzah ,kini  yang senior tinggal 5 orang ,kendati ada penumpang baru yang masuk seperti  Suwardi  dan Ruminah,sehingga menjadi 7 orang.

Semua kejadian ini  menjadikan bacaan yang tersirat dalam kehidupan atas rido Allah SWT ,kendatipun demikian  tetap berdampak sehingga sementara membuat  gusar  dan ketakutan  pada para penumpang  yang masih tersisa di gerbong terakhir .

Ya ,sesuai naluri dan nafsunya sejatinya manusia tak akan pernah siap mati....,mereka takut mati.

Waallahu ‘alam bisawaf.

Oleh  : Kiswanto  
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info