SAYANG , BANGUNAN PONPES ‘GEREH’ MANGKRAK - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » SAYANG , BANGUNAN PONPES ‘GEREH’ MANGKRAK

SAYANG , BANGUNAN PONPES ‘GEREH’ MANGKRAK

Written By kiswanto adinegara on Sabtu, 22 November 2014 | 00.00




Bangunan Ponpes Gereh Yang mangkrak.

Karangnongko  ~  Belakangan terlihat  trend peningkatan berdirinya pondok pesantren diberbagai daerah.

Seperti halnya di desa Kadilajo , mulai  berdiri ponpes di padukuhan Gereh sekitar tahun 2000 an , disusul Al-Munawwir di padukuhan Kadilaju dan Al-Munir III di padukuhan Sepuluh.

Sayangnya ponpes ‘Gereh’  hingga kini bangunan fisiknya terlihat mangkrak , tidak terurus.Menurut penuturan Sami  tokoh masyarakat setempat  bahwa mandeknya kegiatan dan mangkraknya bangunan ponpes disebabkan ada persengketaan antara  Suratin pemilik tanah dengan pengelola ponpes.

Awalnya Suratin yang bekerja di Cilacap saat itu berniat mewakafkan sebagian tanah pekarangannya untuk didirikan masjid dan pondok pesantren , demikian imbuhnya


Namun dalam proses hingga berakhir  tanah miliknya tidak diwakafkan ,namun dengan alasan mendesaknya waktu  agar mudah pengurusannya tanah itu dihibahkan dahulu pada calon pengelola dan nanti gampang jika ingin dirubah statusnya menjadi tanah  wakaf ,demikian menurut arahan pihak notaris yang mengurus pembuatan sertifikat itu  , dan pemilik serta panitia percaya karena calon pengelola sudah dikenal baik imbuhnya kepada klaten info .

Padahal waktu minta bantuan pada sejumlah donatur  untuk membangun pondok pesantren dalam proposalnya disebutkan akan dibangun diatas tanah wakaf ,bukan tanah atas nama pribadi ,sehingga sejumlah donatur  kecewa  dan mersa dibohongi atas peristiwa  ini demikian Idris tokoh agama  setempat menyayangkan.

 Jadi saat ini menurut Sami dan Idris tanah yang semula akan diwakafkan itu berstatus sertifikat hak milik pengelola , dan karena itulah pengelola bersikukuh  untuk mengelola ponpes yang juga berdiri sebuah masjid bernama ‘ Nur Jati ‘ tersebut, sedangkan pemilik tanah semula Suratin minta status tanahnya  dijadikan tanah wakaf  sesuai niat awalnya.

Konon kabarnya pengelola mau menyerahkan tanah beserta asetnya dengan persyaratan disediakan ganti rugi Rp 50 juta ,dan sebenarnya kemarin hampir klaar saat di mediasi ustadz Subur , namun sayang sang ustadz keburu menghadap sang Chalik sementara islah belum terlaksana, demikian Sami menuturkan.

Saat akan mengkonfirmasi Kiai Asbani sebagai pengelola ternyata tidak dapat ditemui . Sementara menurut Suradi Kades setempat  akan mempelajari dulu duduk persoalan yang sebenarnya dari awal secara cermat  dan hati-hati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara adil sehingga  tidak ada pihak yang merasa dirugikan ,demikian saat ditemui klaten info. 

 
Bangunan ponpes Gereh nampak kosong dan tak terurus dengan baik



Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info