KISRUH PENGELOLAAN PONPES “ GEREH “ SEGERA BERAKHIR - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » KISRUH PENGELOLAAN PONPES “ GEREH “ SEGERA BERAKHIR

KISRUH PENGELOLAAN PONPES “ GEREH “ SEGERA BERAKHIR

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 15 Februari 2015 | 17.16


Bangunan Ponpes " Gereh " yang mangkrak


Karangnongko ~ Mangkraknya bangunan pondok pesantren di padukuhan Gereh ,desa Kadilajo yang sudah cukup lama  merupakan akibat  kekisruhan dalam  pengelolaan utamanya menyangkut status tanah yang telah menjadi rahasia umum diharapkan akan segera berakhir.

Ngatmin Tomas  Gereh
Sebagaimana penuturan Ngatmin tokoh masyarakat setempat yang peduli dan prihatin atas peristiwa ini : “ Insya Allah ,tidak terlalu lama lagi permasalahan pengelolaan pondok pesantren Roudlotuth Tholibin Assiroj di Gereh segera akan berakhir ,kita sebagai warga moslem malu  rasanya …mohon doanya “ demikian katanya saat ditemui klaten.info

“ Sejatinya kemelut  pengelolaan ponpes tersebut bermula saat Suratin yang bekerja di Cilacap  berniat mewakafkan sebagian tanah pekarangannya untuk didirikan masjid dan pondok pesantren “, demikian imbuhnya

Namun dalam proses hingga berdiri bangunan masjid dan fasilitas pondok namun tanah miliknya belum  diwakafkan ,dengan alasan mendesaknya waktu  agar mudah pengurusannya tanah itu dihibahkan dahulu  pada calon pengelola dan nanti gampang jika ingin dirubah statusnya menjadi tanah  wakaf ,hal ini merupakan arahan pihak notaris yang mengurus pembuatan sertifikat itu  , dan pemilik serta panitia percaya karena calon pengelola sudah dikenal baik .

Saat sertifikat wakaf belum jadi ,namun justru beralih status menjadi hak milik itulah sejumlah warga ada yang mengungkit dan mempermasalahkan imbuhnya  kepada klaten.info

Senada dengan itu menurut Sami warga setempat menuturkan : “ Tanah yang semula akan diwakafkan itu saat ini berstatus sertifikat hak milik pengelola , dan karena itulah pengelola bersikukuh  untuk mengelola ponpes yang juga berdiri sebuah masjid bernama ‘ Nur Jati ‘ tersebut, sedangkan pemilik tanah semula Suratin minta status tanahnya  dijadikan tanah wakaf  sesuai niat awalnya” demikian saat ditemui klaten.info

“Konon kabarnya pengelola mau menyerahkan  tanah beserta asetnya dengan persyaratan disediakan ganti rugi dengan sejumlah uang,dan sebenarnya kemarin hampir klaar saat di mediasi ustadz Subur ‘Uddin’ , namun sayang sang ustadz keburu menghadap sang Chalik sementara islah belum terlaksana “, demikian Sami menuturkan.

Sementara menurut Suradi Kades setempat  “ Kami akan mempelajari dulu duduk persoalan yang sebenarnya dari awal secara cermat  untuk menyelesaikan permasalahan ini secara adil sehingga  tidak ada pihak yang merasa dirugikan ,dan kami bersama beberapa tokoh masyarakat yang paham sudah melangkah dan akan segera mencarikan solusi dalam waktu dekat ini  “ katanya saat ditemui klaten.info

Oleh : Kiswanto




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info