NAIKNYA HARGA BBM DISAMBUT NAIKNYA HARGA KEBUTUHAN POKOK WONG CILIK JADI KORBAN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » NAIKNYA HARGA BBM DISAMBUT NAIKNYA HARGA KEBUTUHAN POKOK WONG CILIK JADI KORBAN

NAIKNYA HARGA BBM DISAMBUT NAIKNYA HARGA KEBUTUHAN POKOK WONG CILIK JADI KORBAN

Written By kiswanto adinegara on Rabu, 01 April 2015 | 20.09


Kehidupan wong cilik


Karangnongko ~ Barangkali kebijakan pemerintahan Jokowi – JK terkait naik turunnya harga BBM bersubsidi merupakan salah satu perwujudan program ‘ revolusi mental ‘ yang didengungkan saat kampanye dulu.

Menurut catatan klaten.info,pemerintahan yang memiliki kabinet kerja ini telah menaikkan harga BBM bersubsidi dua kali  (18/11/14 ) dan ( 28/3/15 ) ,serta menurunkan harga sebanyak dua kali juga ( 1/1/15 ) dan ( 19/1/15 ) ,dalam kurun waktu enam bulan.

Ketika harga BBM bersubsidi dinaikkan pertama kali dari Rp 6.500,00 menjadi Rp 8.500,00 ( premium ) ,dan Rp 5.500,00 menjadi Rp 7.500,00 ( solar ) pada 18 November 2014 , langsung disambut naiknya sejumlah harga barang kebutuhan pokok dan jasa ,yang pada muaranya melemahkan daya beli masyarakat kecil.Wong ciliklah yang menjadi ‘korban’nya.

“ Lha ,pripun sak bibaripun BBM reginipun mindhak , sedaya kebetahan dados awis…padahal pados arta susah…” demikian keluhan Mbah Reso salah satu warga  kurang mampu kepada klaten.info

“Padahal kalau semua harga barang dan jasa sudah dipatok naik , nanti jika harga BBM turun , mustahil harga itu akan diturunkan kembali….,alih –alih turun , bisa jadi malah naik lagi ketika harga BBM dinaikkan lagi “ demikian ungkapan senada oleh Widodo.

Naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok pasca harga BBM bersubsidi naik Sabtu Legi ( 28/3 ) ,diakui Siswo Sipon sang pemilik warung kelontong di dekat pasar Kembang ,Kemalang “ Semua bahan kebutuhan sehari-hari lansung naik ,pasca kenaikkan harga BBM kemarin , kecuali beras “ katanya pada klaten.info ( 31/3 ) di warungnya.

“ Bawang merah tadinya per kilogram harganya antara  Rp 15 – 20.000,00 ,sekarang sudah mencapai Rp 30.000,00 “ kata Sunami ibu rumah tangga warga Kadilaju menambahkan.
Sejumlah ungkapan warga tersebut menyiratkan kebingungan dan kesusahan untuk sekedar mempertahankan hidup bagi wong cilik. Barangkali ketenteraman  masyarakat kecil manakala murah sandang murah pangan , tiba saatnya harus berhadapan dengan ‘revolusi mental ‘ , warga  hanya pasrah terombang ambing dalam gelombang kecemasan entah sampai kapan.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info