" SRI TANJUNG " NAMA BARU " KALI TANJUNG " YANG TIDAK POPULER DI MASYARAKAT - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » " SRI TANJUNG " NAMA BARU " KALI TANJUNG " YANG TIDAK POPULER DI MASYARAKAT

" SRI TANJUNG " NAMA BARU " KALI TANJUNG " YANG TIDAK POPULER DI MASYARAKAT

Written By kiswanto adinegara on Sabtu, 23 Mei 2015 | 05.58


Pohon Tanjung  perlu di tanam kembali di kali Tanjung


Karangnongko ~ Kearifan budaya nenek moyang kita dahulu salah satunya dapat dilihat dalam pemberian nama atau bahasa kerennya nomenklatur terhadap sumber-sumber air atau kali yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Sebagaimana  yang ada di desa Kadilajo yang konon merupakan desa dengan ‘ 1000 ‘ kali.Generasi dahulu dengan kearifan lokalnya menandai sumber air atau yang familiar dengan sebutan ‘kali’ atas dasar berbagai pertimbangan yang nampaknya belum ada semacam standarisasi.

Penamaan sumber air lebih mengedepankan ‘tetenger’ dimana sumber air itu muncul.Misalnya karena munculnya mata air dekat  dengan pepohonan yang besar maka nama kali itu diambil dari nama pohon yang ada.

Sebagaimana penuturan Umar Kadir ( 85 ) sesepuh desa setempat “ banyak ditemui nama-nama kali atau sumber mata air disebut berdasarkan nama pohon yang tumbuh didekatnya ,diantaranya kali Wuni ,kali Dadap,kali Janti ,kali Pule ,kali Petung dan kali Tanjung 
“ katanya saat ditemui klaten info beberapa waktu lalu dirumahnya.

Nama kali Tanjung akhir-akhir ini mulai ramai dibicarakan terkait akan dijadikannya sumber air baku pemasok Pamsimas di desa Kadilajo,kecamatan Karangnongko ,kabupaten Klaten.

Menurut pantauan klaten info ada sebuah tulisan yang masih terbaca saat kali Tanjung dibangun secara permanen tahun 1978 dengan nama “ Sri Tanjung “ .Namun nama ini tidak populer dikalangan warga sekitar ,mereka menyebutnya konsisten dengan nama zaman sebelum kali itu direhab .

Nama “ Sri Tanjung” diduga merupakan ide pemrakarsa pembanguan kali saat itu yang tidak lain adalah pemerintah desa setempat.Pengubahan Kali Tanjung yang oleh nenek moyang merupakan tetenger bahwa sumber air itu dulu muncul dibawah pohon Tanjung ,akan menjadi bermakna lain dengan nama baru  “ Sri Tanjung “ walaupun terdengar agak keren.

Pemerintahan desa pasca G 30 S/PKI kepala desanya  dijabat oleh care taker yang nota bene bukan warga asli sehingga dinilai kurang memahami dan melestarikan budaya yang sudah ada secara turun temurun.Hal ini ditandai dengan pengubahan sejumlah nama disamping kali Tanjung menjadi Sri Tanjung , padukuhan Gempol yang sejatinya juga nama pohon diubah menjadi Polanharjo dengan alasan konon “gempol” identik dengan nama kotoran kuda.

Pada saat klaten info mengkonfirmasi kepala desa tentang adanya sejumlah perubahan nama  yang ada di desa Kadilajo “ kami tidak tahu menahu tentang perubahan nama-nama itu , itu merupakan peninggalan pemerintahan yang dulu dan dokumennya juga tidak ditemukan “ katanya.

Kita hendaknya tetap menghargai dan melestarikan nilai-nilai kearifan budaya peninggalan masa lalu , tentunya mereka menciptakan nama dengan berbagai alasan dan pertimbangan matang pada zamannya kendati tidak tersurat dalam suatu dokumen resmi.

“ Jadi biarlah nama Kali Tanjung tetap melekat sepanjang masa dikenang dari generasi kegenerasi tanpa harus menggantinya dengan “ Sri Tanjung” yang tidak populer dan sesuai dengan pemberian nenek moyang tercinta.

Kendati saat ini pohon Tanjung itu sudah tidak ditemukan lagi ,namun kita wajib mengakui dan bahkan memandang perlu mencari bibit pohon Tanjung baru untuk ditanam agar generasi kini dan kedepan mengetahui sejarah Kali Tanjung yang sebenarnya “ demikian sesepuh desa itu mengakhiri perbincangan.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info