MUH BAKRI : MBAH MARTO WIJOYO ADALAH LURAH PERTAMA DESA KADILAJO - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » » MUH BAKRI : MBAH MARTO WIJOYO ADALAH LURAH PERTAMA DESA KADILAJO

MUH BAKRI : MBAH MARTO WIJOYO ADALAH LURAH PERTAMA DESA KADILAJO

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 19 Juli 2016 | 21.25






Paling Kiri Nisan Mbah Lurah Marto Wijoyo


KARANGNONGKO ~ Bung Karno sang proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia pernah mengatakan jangan sekali-kali melupakan sejarah yang terkenal dengan akronim Jasmerah.

Salah satu pesan moral Jasmerah adalah untuk mengenang ,menghormati dan menghargai jasa-jasa para pejuang , pahlawan dan tokoh-tokoh yang berjasa atas keberadaan negara yang ada saat ini.

Dalam skala kecil pada pemerintahan desa tentu terdapat sejarah terjadinya level pemerintahan terbawah serta siapa pemimpin desa yang dikenal dengan bekel /lurah atau yang kini dekenal dengan nama kepala desa.

Kantor Kades Permanen era Soegito

Di wilayah kecamatan Karangnongko terdapat 14 desa ,salah satunya adalah desa Kadilajo yang penulisan nomenklaturnya pun terlihat berubah - ubah antara Kadilaju dan kini Kadilajo , yang tidak didukung adanya dokumen resmi ditemukan di kantor desa setempat terkait nama desa ini.

Dokumen sejarah terjadinya pemerintahan desa termasuk siapa lurah pertama serta para pamong sejak awal nampaknya tidak ada di desa Kadilajo hingga kini.

Menurut kelaziman zaman dahulu saat berdirinya nama kalurahan atau desa identik dengan dimana lurah saat itu berdomisili seperti diantaranya Keputran , Kemalang , Sukorini , Karangnongko  dan Kadilajo.

Muh Bakri
Klaten info mencoba menggali fakta sejarah dari sejumlah saksi yang masih hidup saat Lurah pertama menjabat.


Menurut mBah Muh Bakri ( 85 tahun ) lurah pertama desa Kadilajo adalah mBah Marto Wijoyo yang berdomisili di ( RT 03, RW 01 saat ini )padukuhan Kadilajo , beliau menjabat lurah sejak sebelum hingga Indonesia merdeka dan jabatan lurah pada zaman itu sepertinya tidak ada batasan waktu seperti saat ini , jelasnya pada klaten info.

Kantor kelurahan pada waktu itu berada di rumahnya kebetulan keluarga kami dekat dengan mBah Lurah sehingga sering membantu semua kegiatan sehari-hari disana , bahkan pekarangan yang saat ini saya tempati dulu paringane mBah Lurah kepada alm Bapak ( Mbah Trimo ) , kami ikut  memelihara kuda beliau sebagai kendaraan untuk turba atau blusukan melihat kondisi wargannya jelasnya.

Bekas Rumah Lurah kedua

Untuk tahun mulai menjabat hingga akhirnya digantikan Lurah kedua Pak Sastro Suwignyo saya tidak ingat persisnya , yang jelas Pak Sastro sebelumnya menjabat Carik Desa Kadilajo dan mBah Marto Wijoyo Lurahnya. Ketika lurahnya Pak Sastro kantorannya juga pindah di rumah miliknya di ( RT 02/RW 01 saat ini) padukuhan Kadilajo karena saat itu desa belum memiliki kantor sendiri  ingatnya.

Kemudian sekitar tahun 1966 an pasca G 30 S / PKI  ditunjuk care taker Lurah Kadilajo Pak R Soegito yang merupakan seorang Polisi menjadi kepala desa urutan ketiga oleh Bupati Klaten , yang kemudian beberapa tahun kemudian membangun kantor dan balai desa Kadilajo di padukuhan Tegalrejo , Karangeri  secara swadaya murni  masyarakat imbuhnya.

Nisan isteri pertama Marto Wijoyo paling kiri ,dan paling kanan isteri ke 2

Menurut Sudarno letak makam almarhum mBah Marto Wijoyo kakung di dalam bekas Cungkup lor kulon dan nisannya yang sederhana berada di posisi paling barat,sedangkan nisan isteri pertama mBah Marto di dalam bekas Cungkup sebelah selatan cungkup Mbah Marto kakung letaknya juga posisi paling barat ,sementara isteri kedua nisannya dalam bekas cukup yang sama di posisi paling timur , katanya pada klaten info.

Sementara bekas rumah atau kantor kalurahan saat Lurah pertama mBah Marto Wijoyo sudah tidak ada namun  pekarangan itu milik almarhum Mas Kirmadji Harto Sukirno selaku cucu mBah Lurah anak mBah Wiryo Sudarmo dan kini dihibahkan pada Siti Wiratni dan Sukapti putri almarhum mas Harto imbuh Muh Bakri.

Sedangkan makam mBah Wiryo Sudarmo kakung ditandai nisan berada di pojok lor wetan yang modelnya sama dengan nisan mBah Lurah pertama di bekas cungkup lor kulon yang konon batu nisan sederhana berukuran sedang itu di pesan bersamaan dari Kalijeruk Sleman DI Yogyakarta dan dipasang tahun 1953.

Sejumlah warga masyarakat desa Kadilajo utamanya generasi muda ternyata tidak tahu siapa lurah pertama di desa mereka ,mengingat minimnya dokumen dan nara sumber yang ada , maka sebelum generasi tua sebagai saksi sejarah habis dimakan zaman ada baiknya pemerintah desa Kadilajo menggali sejarah berdirinya desa Kadilajo beserta para pejabat yang pernah memegang tampuk pemerintahan pada zamannya masing-masing lengkap dengan foto lurah / kades sang pendahulunya.

Hal ini dipandang layak sebagai bentuk menghargai jasa para pemimpin desa terdahulu yang berjuang secara tulus ikhlas memberikan pelayanan serta pengabdian demi kesejahteraan masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun klaten info urutan lurah / kades sesudah Marto Wijoyo , Sastro Suwignyo dan R Soegito adalah Paiman , Suwardi  dan Suradi dan mulai kades ke 3 pasca care taker seorang kades dipilih secara langsung oleh rakyat.


Dari berbagai sumber

by Kiss Adinegara










Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info