MARYADI GENERASI KETIGA GELUTI USAHA PENGOLAHAN GADUNG YANG PROSPEKTIF - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » MARYADI GENERASI KETIGA GELUTI USAHA PENGOLAHAN GADUNG YANG PROSPEKTIF

MARYADI GENERASI KETIGA GELUTI USAHA PENGOLAHAN GADUNG YANG PROSPEKTIF

Written By kiswanto adinegara on Senin, 10 Oktober 2016 | 20.04

 
Maryadi sang Pengusaha Olahan Gadung

KARANGNONGKO ~ Selama ini kita mengenal gadung merupakan " pala kependhem ' atau umbi dari tanaman yang batangnya merambat , yang bisa menjadi bahan pangan alternatif cukup banyak  mengandung karbohidrat.

Dalam proses pengolahannya memerlukan perlakuan agak berbeda dibandingkan dengan jenis umbi-umbian lainnya , karena gadung ternyata mengandung racun yang seringkali membuat konsumen " mendhem " alias keracunan  manakala pengolahannya kurang sempurna.

Makanan asal gadung yang kian langka ini sering jadi pacitan atau nyamikan dikala santai lazimnya berupa gadung goreng disamping bisa di ' dang ' atau di kukus kemudian disajikan dengan tambahan kelapa parut.

Kelangkaan bahan baku gadung diantaranya karena gadung tidak dibudidayakan secara khusus oleh petani ,namun hanya sebagai tumbuhan pelengkap di kebun atau pekarangan tanpa pengelolaan khusus.

Sebagaimana dijelaskan Maryadi lelaki alumni SMPN I Manisrenggo warga padukuhan Grenjeng , desa Kadilajo ,kecamatan Karangnongko ,kabapaten Klaten yang mengaku sebagai pengusaha pengolahan gadung dari glondong mentah hingga menjadi irisan atau rajangan kering siap digoreng untuk penyajian siap konsumsi yang merupakan generasi ketiga meneruskan usaha nenek moyangnya dahulu.

Saya mencari bahan baku mulai dari wilayah lereng Merapi , Sleman , Gunungkidul hingga Purworejo.Tetapi setelah erupsi Merapi tahun 2010 produksi gadung di lereng Merapi sangat turun drastis dan saat ini sering hunting hingga di pegunungan sekitar Prambanan seperti Gayamharjo , Sambirejo , Wukirsari dan sekitarnya.

Diakui Maryadi bahwa berdasarkan pengalaman selama ini kualitas dan rendemen gadung terbaik dari wilayah pegunungan selatan , Merapi dan terakhir Purworejo. Berturut turut dari satu sak glondong basah sekitar 70 kg bisa menjadi rajangan kering > 12 kg ( Gunungkidul ) , 10 kg ( Merapi ) dan < 10 kg ( Purworejo ) , barangkali ini pengaruh faktor agroekosistem utanya tanah sebagai media tumbuhnya.

Sekarung glondong basah hingga ditempat dibeli sekitar Rp 70 .000,00 sedangkan harga jual setelah menjadi rajangan kering antara Rp 17.000 ,00 -18.500 per kilogramnya , dan ini sudah diambil pembeli dirumah.

Menggarap pengolahan gadung glondong basah rerata 6 orang tenaga perhari mengerjakan 4 - 5 sak , menguliti ,merajang , memberi abu kemudian dicuci di sungai yang airnya mengalir ,kemudian direndam air sumur dirumah , terus dikeringkan yang perlu waktu sekitar lima hari jika cuaca panas.

Produksi gadung dalam setahun hanya ada enam bulan panen , jadi kalau kebutuhan banyak dan untuk menjaga kelestarian produksi  kami berani nyetok . Peluang usha pengolahan gadung sebenarnya masih terbuka luas dengan pasar potensialnya wilayah Jabodetabek dan Sidoarjo , Jawa Timur.

Awal tahun 1990 an belum banyak pengusaha pengolahan semacam ini , dulu saya masih kecil dan baru keluarga kami yang menjalankannya. Dari tahun ketahun permintaan produk gadung kering kian meningkat sehingga kebutuhan bahan baku juga berbanding lurus , sementara wilayah Merapi sebagai pemasok utama hancur luluh terdampak erupsi 2010 hingga kini , jadi harus banting setir mencari di daerah lain seperti Gunungkidul bahkan Purworejo ,kata kader pembangunan masyarakat desa yang aktif dan bersemangat.

Menurut Haryoko tokoh masyarakat ini merupakan contoh usaha kecil yang masih berpeluang ditingkatkan dengan sentuhan sedikit teknologi untuk pengirisan agar seragam ukuran , ketebalan serta perbaikan penggorengan serta pengemasan produk serta pemasaran diharapkan dengan totalitas pengolahan dari mentah hingga siap saji dapat meningkatkan penghasilan menjadi 3 - 4 kali lipat , ini bisa jadi PR bagi pemerintah desa Kadilajo dan masyarakat untuk menuju Kadilajo hari esok lebih baik katanya pada klaten info.

by Kiss/ 10 / 2016
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info