BELAJAR DARI HAJI TUKIRAN YANG SEDERHANA - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » BELAJAR DARI HAJI TUKIRAN YANG SEDERHANA

BELAJAR DARI HAJI TUKIRAN YANG SEDERHANA

Written By kiswanto adinegara on Rabu, 08 Agustus 2018 | 20.20


Kadilajo ~Terkadang penyakit sombong, ria', takabur dan sejenisnya menghinggapi seseorang yang telah merasa sukses di dunia yang fana ini.

Namun patut diacungi jempol bagi Lik Haji Tukiran ini, pasalnya dia merasa sejak semula lahir dari keluarga petani sederhana di kampung dengan sejumlah saudara kandungnya

Saat Naik Haji 
Setelah sukses membesarkan 7 orang anaknya, sekarang bangga punya cucu hingga belasan orang, bisa menunaikan rukun Islam kelima, namun kesederhanaan tetap melekat dalam hati nya.

Berniat mengubah nasib pria Kadilajo Klaten  kelahiran 1945 itu pada tahun 1974, saat usia 29 tahun nekat merantau ke Lampung  Sumatera.

Hanya berbekal uang Rp 50 ribu, bersama adik kandungnya Supardi yang hanya beberapa tahun tidak betah prihatin akhirnya kembali ke Jakarta dan Tukiran bertahan hidup di negeri orang.

Pada usia lebih dari 33 tahun Tukiran mengaku berani menikahi perempuan tetangga sendiri dari Klaten yang telah bermukim di Lampung.

" Saya menikahi calon istri dengan modal nekat, karena tidak punya apa-apa saat itu, " tuturnya lugas dan jujur pada Klaten info.

Saat akan melahirkan buah hati yang ke delapan isterinya meninggal dunia karena sakit.

Sempat menikah lagi dengan perempuan Lampung teman kerja di sebuah perusahaan hingga bertahan empat tahun tidak dikaruniai anak, namun kemudian bercerai karena dirasakan belum berjodoh.

Sekarang anak anak sudah besar dan mentas sehingga seolah netral dan berbahagia menikmati hidup dihari tuanya.

Kendati telah bergelar Haji tapi Lik Tukiran tetap Tukiran yang lahir 71 tahun lalu di dukuh Kadilajo," saya sungkan dipanggil pak Haji, karena saya berhaji itu melaksanakan kewajiban seorang muslim yang telah mampu dan dapat panggilan dari Alloh SWT , bukan untuk bersombong ria, apalagi ngowah owahi adat "tegasnya

Saya tetap bangga dengan nama Tukiran pemberian kedua orang tua, sehingga pasca berhaji nama itu tidak akan berganti atau ditambah cukup Tukiran mawon.

Saya bukan tipe orang yang gila hormat, ingin tetap istiqomah dan semangat meningkatkan amal ibadah hanya untuk Alloh SWT.

Ilustrasi saat mencium Hajar Aswad 
Pengalaman tidak pernah terlupakan adalah sebelum berhaji sempat membatin diantara jutaan jamaah saat thawaf bisa bisa hilang terlepas dari rombongan. Masyaallah hal tersebut menjadi kenyataan ketika pertama kali akan sholat fardlu di masjidil Haram, ternyata tertinggal rombongan saat mengambil air wudlu dibawah.

Namun semua itu diyakini telah memperoleh ridho Alloh SWT, dibalik itu semua justru ada hikmah  tatkala thawaf mengelilingi ka'bah dari awal sudah berada di luar ring. Atas kuasa Alloh SWT sepertinya ada suara yang memanggil untuk mendekati ka'bah " hei sini pakde..."  dan bak mimpi tubuh Lik Tukiran tepat berada didepan hajar aswad dan Subhanalloh wajah nya bisa mencium secara langsung pada batu sorga itu.

Ketika sadar dirinya dapat melakukan hal yang dirindukan jutaan jamaah itu yakni mencium hajar aswad, ditolehnya seseorang yang membimbingnya itu telah raib, menyusup diantara jutaan tamu Alloh SWT.

Ketika akhirnya bisa kembali ke hotel dimana empat temannya telah menunggu, mereka begitu senang bisa berkumpul lagi,kendati  keempat teman itu tidak bisa mencium hajar aswad tatkala thawaf.

Itulah pengalaman sangat berharga ketika menunaikan ibadah haji pada tahun takwim 2017 lalu yang secara umum lancar dan sehat.

Bersyukur diberikan umur panjang, kesehatan dan rezeki yang halalan thoyiban sehingga berkesempatan memburu keberuntungan dunia akhirat sehingga kembali ke haribaan Alloh SWT kelak husnul khatimah.

InshaaAlloh pak Lik Tukiran jadi haji mabrur, yang tetap lembah manah, suka bersedekah, suka berwasiat dalam kebaikan dan istiqomah dalam hati dan pikiran serta tindakan yang sederhana.

By @kiss



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info