SEJARAH SEKATEN DI KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , » SEJARAH SEKATEN DI KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT

SEJARAH SEKATEN DI KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT

Written By kiswanto adinegara on Jumat, 16 November 2018 | 05.32

Sekaten di Alun Alun Utara Kasunanan Surakarta 1930 

APAKAH SEKATEN ITU?

Asal mula Sekaten dimulai pada zaman Demak, zaman mulainya Kerajaan Islam di tanah Jawa. Sekaten diadakan sebagai salah satu upaya dalam menyiarkan agama Islam. Karena orang Jawa pada waktu itu menyukai gamelan, maka pada hari raya Islam yaitu pada hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta dipukul gamelan, sehingga orang berduyun-duyun datang di masjid untuk mendengarkan ceramah tentang agama Islam.

Sekaten berasal dari bahasa Arab, yaitu “syahadatain” yaitu kalimat syahadat yang merupakan suatu kalimat yang harus dibaca oleh seseorang untuk masuk Islam, yang mempunyai arti "Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah".
.
Selain juga berasal dari kata:
1. Sahutain: menghentikan atau menghindari perkara dua, yakni sifat lacur dan menyeleweng
2. Sakhatain: menghilangkan perkara dua, yaitu watak hewan dan sifat setan, karena watak tersebut sumber kerusakan
3. Sakhotain: menanamkan perkara dua, yaitu selalu memelihara budi suci atau budi luhur dan selalu meng-hambakan diri pada Tuhan
4. Sekati: setimbang, orang hidup harus bisa menimbang atau menilai hal-hal yang baik dan buruk
5. Sekat: batas, orang hidup harus membatasi diri untuk tidak berbuat jahat serta tahu batas-batas kebaikan dan kejahatan.

Upacara Sekaten diadakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada 12 Robiul Awal atau 12 Mulud. Perayaan Sekaten dilakukan selama lebih dari satu minggu.

Pada 5 Robiul Awal di Pendapa Masjid Agung orang datang ke masjid untuk mendengarkan gamelan Sekaten (Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari).

Dan pada puncak acaranya tepat tanggal 12 Robiul Awal diadakan Gerebeg (berasal dari kata anggrubyung = menggiring) yaitu upacara selamatan (hajatan sebagai pewarisan budaya leluhur) dengan dikeluarkannya gunungan (berupa makanan dan hasil bumi) dari keraton. Dari sinilah raja mengeluarkan sepasang gunungan (kakung dan putri) yang bermakna keselamatan dan pembawa berkah dari Allah SWT.

Untuk perayaan gerebeg   Sekaten tahun 2018 M/1440 H akan jatuh pada hari Selasa Wage, tanggal 20 November 2018 berbarengan dengan peringatan  Maulid Nabi Muhammad SAW.

 by @kiss

From @solozamandulu
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info