PENGHARGAAN MENDAGRI KEPADA MBAH BAYAN KEPUTRAN MARTODIMEDJO - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » , , » PENGHARGAAN MENDAGRI KEPADA MBAH BAYAN KEPUTRAN MARTODIMEDJO

PENGHARGAAN MENDAGRI KEPADA MBAH BAYAN KEPUTRAN MARTODIMEDJO

Written By kiswanto adinegara on Kamis, 07 Februari 2019 | 05.13


Mbah Bayan Martodimedjo 

Kadilajo, Mbah Bayan Martodimedjo sejatinya adalah Kebayan padukuhan Keputran, kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Namun demikian Mbah Bayan tinggal di padukuhan Kadilajo 1 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten bersama isterinya mbah Kawit Ardjopawiro yang lahir tahun 1893.

Mbah Kawit Ardjopawiro 
Mbah Bayan Martodimedjo menikah dengan Ny Kawit Ardjopawiro anak sulung Lurah pertama desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten yakni mbah Marto Wijoyo.

Rumah tinggal mbah Bayan Keputran di Ndlajo Kidul bersebelahan dengan adik iparnya mbah Sasap Wiryo Sudarmo ( Ponco Suharto) anak kedua (ragil) mbah Lurah Marto Wijoyo.

Setia dalam Pengabdian

Mbah Bayan Martodimedjo menjabat Kebayan Keputran sejak tahun 1922 jauh sebelum Indonesia merdeka.

Lik Tardjo Plt Bayan Keputran 
Karena tinggal di wilayah yang berbeda dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara kedinasan diwakili Lik Sugiyo  Tardjo Supadmo Putran yang merupakan anak menantu laki-lakinya yang menikahi Ny Sukartini binti Martodimedjo.

Namun  demikian pelaksanaan tugas kewajiban dalam rangka pelayanan masyarakat serta pembangunan dapat diterima warga dan berjalan baik dan lancar.

Sebagai konsekuensi logis pemerintah memberikan hak garap lungguh berupa sawah di lor Dam Pengairan Gayamsewu yang cukup subur dan berpengairan cukup.

Penghargaan Mendagri

Penghargaan Mendagri 
Atas kesetiaan dan pengabdian mbah Bayan Martodimedjo selama 47 tahun Mendagri Amir Machmud memberikan piagam penghargaan pada saat peringatan HUTRI ke 24, yakni 17 Agustus 1969.

Mbah Bayan Martodimedjo menjabat dan melaksanakan tugas pemerintahan desa dan Daerah Yang Setingkat hingga wafat pada 13 Desember 1973, dengan total masa pengabdian selama 51 tahun.

Sementara mbah Bayan puteri Kawit Ardjopawiro wafat pada tanggal 7 Januari 1977, sepuluh tahun setelah niat mendirikan Masjid Lailatulqodar Kadilajo ukuran 5 x 7 meter  secara pribadi terlaksana dengan baik.

Mbah Bayan Martodimedjo adalah orang yang tenang, sabar dan memiliki berbagai keterampilan diantaranya membuat  kerajinan dari bambu tutul berupa lincak, kurungan jago serta kursi.

Peduli Sosial

Mbah Bayan Martodimedjo dan mbah Kawit Ardjopawiro dengan weton Sabtu Pahing  adalah pasangan serasi yang sayang pada anak, keponakan dan cucu - cucunya kendati dalam pernikahannya tidak dikaruniai anak.

Mbah Bayan memiliki ternak sapi hingga puluhan ekor dan digaduhkan kepada para petani di sekitarnya hingga wilayah Kemalang untuk membantu perekonomian mereka.

Pelihara dan Qurban Sapi 
Mbah Bayan merupakan perintis dan cikal bakal berkembangnya umat Islam diwilayah Kadilajo dan sekitarnya, dimulai membangun rumah ibadah serta mengundang guru spiritual  mbah Kiai Haji Asy'ari dari Gumutri, Sukoharjo, Nganglik, Sleman Yogyakarta.

Menyusul usai pembangunan Masjid Lailatulqodar Kadilajo mbah Bayan  saban tahun melaksanakan ibadah qurban sapi yang dagingnya sebagian dibagikan kepada warga masyarakat sekitarnya.

By @kiss
KH Asy'ari 



Share this article :

2 komentar:

  1. Lik Tarjo putran itu kan bapake kek Gandung to mas Kis, yg blm setahun ninggal, kemudian disusul istrinya yg mbah Tarjo setri yg blm genap 100 hari. Betulkah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggih leres mas Ari Hartana.. Beliau adalah pernah pak Lik saya...

      Hapus

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info