SEJARAH PABRIK GULA DI JAWA DAN CEPER KLATEN - Karangnongko Information
Headlines News Klaten.Info :
Banner 1
banner2
Home » » SEJARAH PABRIK GULA DI JAWA DAN CEPER KLATEN

SEJARAH PABRIK GULA DI JAWA DAN CEPER KLATEN

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 03 Februari 2019 | 18.06

Pabrik Gula Ceper Klaten 

 Klaten, Perkembangan gula di Jawa sangat di dukung oleh iklim dan tanah di Jawa yg cocok untuk tanaman tebu dan juga paska Revolusi Industri di Eropa Barat yg di bawa Belanda ke Jawa berupa teknologi mesin Uap yg bisa menggerakkan Industri penggilingan pada skala yg besar.

PG Ceper 
Daerah pertanian tebu di Jawa banyak di temukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur iklim yg paling baik untuk pertumbuhan tanaman tebu adalah daerah yg panas dan cukup curah hujannya.

Tercatat dalam Peta 'Suikerfabrieken'op java bersumber dari Cartography. Inr. J. H. De Bussy ,Amsterdam 1914 menyatakan bahwa pada tahun tersebut ada 191 pabrik gula yg aktif berproduksi sedangkan dari Peta'Kaart der Suikerfabrieken ,spoor en tramwegen van java en madoera, Bijgewerkt tot 1 juni 1925

Juga dari sumber Cartography .In. J. H. De Bussy, Amsterdam, pada peta tersebut menunjukkan di jawa pada tahun 1925 ada sekitar 200 pabrik gula yg aktif berproduksi industry gula memainkan peran yg penting dalam perubahan tradisi ekonomi di jawa dari ekonomi pertanian ke mekanisasi ekonomi dalam kurun waktu tahun 1880-1955.

Pada pertengahan abad 19 setelah periode mekanisasi industry gula posisi produksi gula di jawa naik menjadi yg terbaik di bandingkan dengan produksi pertanian dan perkebunan lainnya pada pertengahan abad ke 19 jawa menjadi pemasok gula terbesar di dunia bersaing dengan Cuba dan hasil itu masih di rasakan pada masa kemerdekaan sampai tahun 1970an.

Salah satunya Pabrik Gula Ceper salah satu pabrik gula yang pernah berdiri di Kabupaten Klaten.

 Pabrik gula ini memiliki area yang cukup luas, bahkan lebih luas jika dibandingkan dengan Pabrik Gula Gondang Winangun. Diawal abad 19, Pabrik Gula Ceper sudah memulai aktivitas produksi gulanya.

Kapasitas produksinya yang besar berdampak pada luasnya area perkebunan tebu yang dimilikinya.

Menurut beberapa referensi, pabrik gula ini ditutup oleh pemerintah pada tahun 1998. Mungkin krisis ekonomi yang terjadi waktu itu turut menyebabkan pabrik ini bangkrut dan harus dihentikan operasionalnya.

Di samping itu  kebijakan pemerintah pusat melarang budidaya tebu pada lahan sawah produktif di Jawa akhir - akhir ini  dan diarahkan ke luar Jawa berdampak sejumlah Pabrik Gula  yang lain di Jawa  tidak berproduksi lagi.

Dari berbagai sumber

By @kiss
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Klaten.Info
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Karangnongko Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info